Ibu Ungkap Firasat Beberapa Jam Sebelum Affan Kurniawan Tewas, Pamit Pergi Selama-lamanya

Yazir F Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:14 WIB
Ibu Ungkap Firasat Beberapa Jam Sebelum Affan Kurniawan Tewas, Pamit Pergi Selama-lamanya
Seorang kerabat menangis saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]
Baca 10 detik
  • Ibu jatuh pingsan di pemakaman Affan Kurniawan
  • Ibu baru sadar Affan Kurniawan ternyata pamit sebelum meninggal
  • Ibu sebut Affan Kurniawan tak pernah ikut demo

Suara.com - Di balik tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, tersimpan kisah pilu dari firasat seorang ibu.

Erlina, ibunda Affan, harus menanggung duka. Di tengah isak tangisnya, ia baru menyadari ada sebuah keanehan pada perilaku putranya di siang hari sebelum insiden maut itu terjadi.

Erlina, ibu Affan Kurniawan tak kuasa menahan kesedihan usai mengantar jenazah anaknya untuk dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Agustus 2025. [Rena Pangesti/Suara.com]
Erlina, ibu Affan Kurniawan tak kuasa menahan kesedihan usai mengantar jenazah anaknya untuk dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Agustus 2025. [Rena Pangesti/Suara.com]

Erlina tak kuasa menahan kesedihan hingga jatuh pingsan saat prosesi pemakaman putranya di TPU Karet Bivak, Jumat, 29 Agustus 2025.

Setelah siuman, jeritan hatinya pecah. Ia terus meratapi kepergian Affan yang begitu tiba-tiba.

Baginya, tak ada alasan yang bisa diterima mengapa anaknya yang dikenal pendiam dan pekerja keras harus menjadi korban kebrutalan di jalanan oleh aparat.

"Dia sudah nggak ada, Affan nggak pernah bikin ulah. Kenapa pada tega?" ucap Erlina dengan suara bergetar.

Bagi Erlina, Affan adalah sosok anak rumahan yang jauh dari hingar bingar aksi massa.

Kesehariannya hanya diisi dengan bekerja mencari nafkah sebagai pengemudi ojol, lalu pulang untuk beristirahat.

Keterlibatan Affan dalam kericuhan di depan Gedung DPR pada Kamis malam itu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi keluarga.

Baca Juga: Tragedi Demo Berdarah: Komnas HAM Kejar Keadilan, Periksa 7 Anggota Brimob Hari Ini

"Dia nggak pernah ikut demo, orangnya di rumah pun, pulang, ngojek capek, tidur. Pagi kerja," ungkap Erlina, menegaskan bahwa putranya berada di lokasi kejadian murni karena tuntutan pekerjaan, bukan sebagai demonstran.

Di tengah kebingungannya, Erlina teringat sebuah momen janggal pada hari kejadian.

Sejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]
Sejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]

Tidak seperti biasanya, Affan sempat pulang ke rumah pada siang hari untuk makan dan beristirahat sejenak sebelum malam harinya atau beberapa jam kemudian meninggal akibat dilindas mobil Brimob.

Namun, tak lama kemudian, ia memutuskan untuk kembali pergi bekerja. Keputusan inilah yang terus menghantui pikiran sang ibu.

"Kemarin dia udah pulang, kenapa harus pergi lagi? Itu yang saya merasa aneh," kenang Erlina.

Keanehan kecil itu, yang pada awalnya hanya dianggap sebagai rutinitas biasa, kini dimaknai berbeda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?