Gas Air Mata Terbuat dari Apa? Viral Ditembakkan di Stasiun Karet

Ruth Meliana Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:58 WIB
Gas Air Mata Terbuat dari Apa? Viral Ditembakkan di Stasiun Karet
Viral gas air mata di Stasiun Karet (X.com)
Kesimpulan
  • Beredar video gas air mata ditembakkan ke Stasiun Karet pada Kamis, 28 Agustus 2025.
  • Gas air mata mengandung gas CS dan gas CR. 
  • Efek gas air mata bisa memicu iritasi mata, pernapasan, hingga iritasi kulit.

Suara.com - Demonstrasi yang terjadi belakangan ini ternyata masih membawa korban. Tidak berhenti sampai pada korban meninggal dunia yang terlindas rantis Brimob, terdapat banyak korban lain akibat gas air mata.

Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan ke Stasiun Karet oleh polisi. Tapi sebenarnya, gas air mata terbuat dari apa?

Gas air mata merupakan salah satu ‘senjata’ yang dimiliki oleh pihak kepolisian dalam rangka mengendalikan massa yang sudah mengalami eskalasi.

Gas ini ditembakkan ke kerumunan agar massa dapat terpecah dan tidak terkonsentrasi di satu titik yang sama dalam waktu terlalu lama.

Ketika ditembakkan, alat ini akan mengeluarkan gas berwarna putih pekat yang membuat mata menjadi pedih. Bukan tidak mungkin paparan terlalu lama juga menyebabkan komplikasi pada kondisi tubuh seseorang.

Viral gas air mata di Stasiun Karet (X.com)
Viral gas air mata di Stasiun Karet (X.com)

Melihat Komposisi Gas Air Mata

Secara umum, gas air mata mengandung beberapa zat yang dapat memicu reaksi demikian. Kandungan yang paling utama dan banyak dikenal adalah 2-chlorobenzalmalononitrile atau dikenal dengan sebutan gas CS.

Ada pula kandungan lain berupa oleoresin capsicum atau semprotan merica, dibenzoxazepine atau gas CR, dan chloroacetophenone atau gas CN.

Kumpulan senyawa kimia ini kemudian disimpan ke dalam tabung berbentuk granat, kemudian ditembakkan menggunakan pistol pelontar.

Baca Juga: Desakan agar Kapolri Mundur Mulai Terdengar: Kematian Affan Kurniawan Lebih dari Cukup!

Setelah beberapa waktu yang telah diperhitungkan, akan muncul asap tebal berwarna putih yang mengambang di udara.

Dalam waktu singkat, senyawa di dalam gas air mata ini akan terpapar pada orang-orang yang ada disekitarnya dan memicu iritasi mata, pernapasan, hingga iritasi kulit.

Lalu Apa Efeknya?

Ketiga gas ini telah mengembang di udara dan terpapar pada massa, maka beberapa efek akan muncul dalam waktu yang tidak terlalu lama. Beberapa efek yang paling sering muncul dan mudah dideteksi adalah sebagai berikut.

  • Rasa gatal pada mata dan sensasi panas sepertit erbakar
  • Mata sobek dan kelopak mata tertutup secara tidak sengaja
  • Mata mengalami kebutaan sementara atau penglihatan menjadi kabur
  • Mata mengalami pendarahan dan kerusakan saraf jangka panjang
  • Erosi pada kornea
  • Muncul katarak
  • Iritasi hidung, tenggorokan, serta paru-paru
  • Kesulitan bernapas, tersedak, batuk, gagal sistem pernapasan
  • Mulut terus mengeluarkan air liur
  • Rasa sesak di bagian dada
  • Mual, muntah, hingga diare
  • Iritasi pada kulit, hingga luka bakar kimia
  • Gangguan stres pasca trauma
  • Denyut jantung dan tekanan darah meningkat

Pada kondisi ekstrim, paparan gas air mata yang terlalu lama juga dapat memicu terjadinya kematian atau keguguran pada ibu hamil. Bahkan dapat muncul efek kelainan janin yang dialami selama masa kehamilan dan setelah janin dilahirkan.

Lakukan 6 Hal Ini Ketika Terkena Gas Air Mata

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?