Efek kimiawinya terhadap manusia akhirnya tak seefektif sebelum expired.
Terjadi proses kimiawi seiring berjalannya waktu sehingga senyawa dalam gas air mata menjadi berubah drastis.
“Zat kimia yang telah melewati masa kadaluarsa tidak dapat berfungsi secara optimal, karena struktur kimianya sudah terurai. Zat tersebut akan menjadi sama sekali tidak berfungsi, atau efektivitasnya berkurang,” ujar Dr. Mas Ayu.
Perubahan kimiawi tersebut tak secara langsung membuat gas air mata lebih berbahaya.
“Menanggapi pendapat bahwa dampak paparan gas air mata yang kadaluarsa terhadap tubuh menjadi lebih merusak, itu pernyataan yang tidak tepat,” lanjut sang dokter.
Memang, gas air mata tak langsung berubah menjadi gas beracun ketika kedaluwarsa. Namun, gas air mata yang sudah kedaluwarsa akan rentan mengalami perubahan sifat kimiawi.
Gas air mata akan mudah berubah sifat hingga menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya.
Asosiasi Dokter Kashmir di India mendapat temuan bahwa perubahan senyawa bisa mengakibatkan luka bakar, gejala asma, kejang, hingga kebutaan.
Temuan dari Oregon Poison Center juga mendapati bahwa pembakaran gas pada gas air mata yang sudah kedaluwarsa akan makin tak stabil. Gas akan keluar dalam proses yang tak stabil sehingga bisa membahayakan orang yang menghirupnya.
Baca Juga: Bayi 18 Bulan Jadi Korban Gas Air Mata Polisi, Dilarikan ke RS Pelni
Pernah digunakan saat Kanjuruhan, kini diisukan muncul kembali
Peristiwa Insiden Kanjuruhan menjadi momen kesalahan besar beberapa oknum polisi yang menembakkan gas air mata kedaluwarsa.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kala ikut mendalami kasus Kanjuruhan memperoleh temuan penggunaan gas air mata yang sudah melewati batas pemakaian.
Kadiv Humas Polri yang kala itu dijabat oleh Irjen Dedi Prasetyo juga sontak membenarkan keberadaan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan oleh oknum polisi di Kanjuruhan.
"Ada beberapa yang ditemukan (kedaluwarsa), ya. Yang tahun 2021 ada beberapa," papar Dedi ke wartawan kala itu.
Isu pemakain gas air mata kedaluwarsa kembali muncul lagi di tengah demo penghujung Agustus 2025 ini.