Ia secara teknis menjadi Kepala BIN ke-12 setelah BIN mengalami berbagai perubahan dalam nomenklatur.
Sebelum menyandang nama Badan Intelijen Negara, BIN sempat bernama Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), Badan Koordinasi Intelijen (BKI), Komando Intelijen Negara (KIN) dan nama lainnya.
Baru pada awal Reformasi, BIN akhirnya menyandang nama yang kini kita kenal sekarang.
Hendropriyono akhirnya menjadi Kepala BIN setelah berganti nama dengan masa jabatan 9 Agustus 2001-8 Desember 2004.
Setelah Hendropriyono selesai menuntaskan jabatannya, ia lengser dan digantikan Mayor Jenderal TNI (Purn.)
Syamsir Siregar.
Adapun BIN kini dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra sejak 21 Oktober 2024, dan sebelumnya Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan.
Jabatan mentereng Hendropriyono
Hendropriyono selain menjabat Kepala BIN pernah diberikan berbagai posisi strategis.
Kala berkarier di TNI, ia banyak menjabat jabatan bergengsi seperti Asisten Intelijen Kodam Jayakarta, Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI, Panglima Kodam Jayakarta, dan Komandan Kodiklat TNI AD.
Baca Juga: Tol Dalam Kota Arah Slipi Ditutup Paksa Pendemo Depan Gedung DPR, Pengendara Diminta Putar Balik
Pria bernama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono ini juga aktif dalam politik dan bisnis.
Ia adalah Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia dari tahun 1999 hingga tahun 2001 dan menjabat di kemeterian di masa Orde Baru.
Kontributor : Armand Ilham