Kisah Inspiratif Pak Menlu: Bangkit dari Kegagalan, Kini Jadi Raja Beton Banyuwangi

Vania Rossa Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:37 WIB
Kisah Inspiratif Pak Menlu: Bangkit dari Kegagalan, Kini Jadi Raja Beton Banyuwangi
Pak Menlu, "Raja Beton” Banyuwangi. (Youtube Pecah Telur)

Itulah sebabnya Rabanton menerapkan model franchise tanpa royalti, memberi peluang pengusaha lokal memproduksi beton pracetak dengan standar yang sama. Ia menekankan prinsip berbagi hanya ketika ada hasil: “Kalau untung, baru kita berbagi. Kalau belum ada hasil, tidak perlu dibagi.”

Komitmen pada Karyawan dan Masyarakat

Bagi Menlu, keberhasilan bisnis diukur bukan hanya dari laba, tapi juga kesejahteraan karyawan. Gaji minimal selalu sesuai UMR, dibayarkan tepat waktu, dan selalu ada setiap Sabtu.

“Kalau saya tidak bisa menggaji sesuai UMR, artinya saya menyuruh orang hidup di bawah standar. Itu bisa mendorong mereka ke jalan yang salah. Saya tidak mau itu terjadi,” tegasnya.

Filosofi inilah yang membuat Rabanton tetap bertahan meski badai bisnis melanda.

Kini Rabanton bukan hanya pemain lokal; permintaan datang dari berbagai daerah hingga Bali dan Nganjuk. Menlu percaya infrastruktur beton adalah kunci kemajuan bangsa. Dari drainase, saluran air, hingga dermaga, semua membutuhkan beton yang terukur dan tahan lama.

“Kalau Indonesia mau maju, infrastruktur harus kuat. Dan jawabannya ya, beton,” katanya.

Kisah Menlu adalah bukti nyata kegigihan. Dari kegagalan besar, ia bangkit, belajar, dan memimpin Rabanton dengan prinsip sederhana: membangun dengan hati, untuk masyarakat.

“Uang yang hilang itu uang sekolah saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Di Tengah Demo DPR, Kisah Denny dari Cakung Ini Bikin Hati Adem!

“Kalau tidak pernah rugi, saya tidak akan pernah sampai di sini,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?