Suara.com - Komedian Wendi Cagur tidak kuasa menahan air matanya mengingat kondisi Indonesia yang mencekam.
Kondisi ini membuatnya kecewa, sedih, dan marah sekaligus, terlebih sudah memakan korban jiwa saat masyarakat menyampaikan aspirasi di gedung DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Emosi ini diluapkan Wendi saat bersama rekannya Andhika Pratama, Ayu Ting Ting, dan Ivan Gunawan menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, karena dilindas kendaraan taktis milik Brimob Polri.
Wendi tampak berusaha menahan jatuhnya air mata dengan menggigit bibir saat Andhika menyampaikan ungkapan hati kekecewaan terhadap pemerintah, khususnya DPR RI.
Setelahnya, saat ia berbicara, tampak air matanya menetes. Wendi menyayangkan kondisi yang terjadi di Indonesia.
"Gue nggak pernah semarah ini, belum pernah sekecewa dan sesedih ini dengan kondisi yang terjadi di Indonesia," ujar Wendi di salah satu acara televisi swasta, Sabtu (29/8/2025).
![Wendy Cagur di rumah duka Mpok Alpa di kawasan Ciganjur, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/15/52780-wendy-cagur.jpg)
Bapak tiga anak itu juga meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertanggung jawab dan mengusut tuntas pelaku yang melindas Affan hingga tewas seketika.
"Semoga ini diusut tuntas oleh yang terhormat Bapak Kapolri dan jajarannya, dan mungkin orang-orang yang secara tidak langsung terlibat atas hal yang terjadi di negara kita, juga bisa bertanggung jawab," ungkap Wendi.
Lebih lanjut, Wendi juga menginginkan Indonesia segera pulih dan jadi negara lebih baik. Terlebih situasi ini juga memakan banyak korban. Bahkan lelaki bernama lengkap Wendi Armoko itu juga menyayangkan berita seputar kebijakan yang membuatnya kehabisan kata.
Baca Juga: Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, Pelatih Brasil Ikut Bersuara
"Yang pasti memang beberapa waktu belakangan ini mendengar hiruk pikuk berita kebijakan atau apa pun itu gue emang udah kayak 'aduh, harus gimana ya?'," ungkapnya.
Secara khusus, Wendi menyampaikan pesan kepada para wakil rakyat untuk mendengar kritik dan masukan dari masyarakat yang tidak lain merupakan 'tuan' sesungguhnya.
"Bersuara tetap gue lakukan di media yang gue punya. Semoga suara gue dan suara teman-teman lain bisa terdengar," lanjut Wendi.
Pernyataan lebih tajam juga diungkap Andhika yang meminta pemerintah dan para anggota dewan untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang terkesan tone deaf hingga berpotensi menyakiti hati publik.
Andhika menekankan untuk tidak menjawab kritik publik dengan cara yang aneh alias konyol.
"Saya tahu tugas kalian berat, sebisa mungkin stop beri reaksi konyol terhadap kritik dari masyarakat terhadap kinerja kalian. Kami berikan amanah ini, harapannya bisa menjaga amanah," timpal Andhika.