Keracunan Massal Akibat Menu MBG Ikan Hiu Goreng, Bahaya Tersembunyi di Balik Daging Laut

Husna Rahmayunita, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 September 2025 | 17:40 WIB
Keracunan Massal Akibat Menu MBG Ikan Hiu Goreng, Bahaya Tersembunyi di Balik Daging Laut
Ilustrasi ikan hiu (freepik/wirestock)
baca 10 detik
  • Sebanyak 24 siswa dan 1 guru di Kalimantan Barat mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi ikan hiu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat keteledoran tim gizi SPPG.

  • Ikan hiu mengandung berbagai zat berbahaya seperti metilmerkuri, timbal, arsenik, dan urea, yang dapat membahayakan kesehatan manusia karena akumulasi racun dari pencemaran laut.

  • Para ahli menegaskan bahwa konsumsi ikan hiu sebaiknya dihindari karena kandungan racunnya melebihi batas aman, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap efek toksik.

Suara.com - Sebanyak 24 siswa dan 1 guru dari SD Negeri 12 Benua Kayong di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus keracunan tersebut diduga karena keteledoran ahli gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena memberikan menu ikan hiu sebagai menu MBG.

"Soal menu ikan hiu, itu murni kesalahan dan keteledoran dari SPPG kami. Mereka tidak teliti memilih menu. Ikan hiu itu dibeli dari TPI Rangga Sentap, produk lokal," kata Kepala Regional MBG Kalbar Agus Kurniawi pada Rabu (24/9/2025).

Agus mengatakan bahwa anak-anak jarang mengonsumsi ikan hiu. Tidak hanya itu, ia juga khawatir jika ikan hiu yang dikonsumsi mengandung merkuri.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa daging ikan hiu dapat mengandung racun yang terdapat di dalam laut.

Mengapa Daging Ikan Hiu Berbahaya dan Beracun?

Berdasarkan laman Keiko Conservation, ikan dan biota laut lain, termasuk ikan hiu, menyerap sebagian biotoksin dan logam berat seiring banyaknya pencemaran lautan.

Racun-racun ini berlipat ganda setiap kali naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam rantai makanan, sebuah proses yang dikenal sebagai biomagnifikasi.

Sebagai hewan yang berada di puncak rantai makanan, hiu mudah mengakumulasi merkuri dan racun lainnya dalam kadar tinggi yang membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi.

baca juga

Berikut racun yang bisa ditemukan di dalam daging ikan hiu:

1. Metilmerkuri

Meski merkuri dapat ditemukan secara alami di laut, merkuri dilepaskan dalam jumlah besar dari polutan industri. Saat terakumulasi, merkuri berubah menjadi metilmerkuri dan diserap ikan-ikan laut.

Metilmerkuri terakumulasi secara biologis dan tetap berada dalam sistem tubuh konsumen, baik daging segar maupun beku.

"Salah satu racun yang paling aktif secara biologis dan paling berbahaya bagi manusia," kata Ahli Toksikologi dari Universitas Kiel di Jerman, Herman Fruse.

2. Timbal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maraknya Kasus Keracunan MBG, Cak Imin Tegaskan Tak Akan Dihentikan!

Maraknya Kasus Keracunan MBG, Cak Imin Tegaskan Tak Akan Dihentikan!

News | Kamis, 25 September 2025 | 16:58 WIB

YLKI Desak Pemerintah Setop Sementara Program Makan Gratis Usai Marak Kasus Keracunan

YLKI Desak Pemerintah Setop Sementara Program Makan Gratis Usai Marak Kasus Keracunan

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 16:56 WIB

Bukan Hiu, Ini 10 Ikan Protein Tinggi yang Enak, Sehat, dan Gak Bikin Keracunan

Bukan Hiu, Ini 10 Ikan Protein Tinggi yang Enak, Sehat, dan Gak Bikin Keracunan

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 16:52 WIB

Terkini

Review Avengers: Endgame Encore, Bocoran 4 Adegan Baru yang Menggoda Fans

Review Avengers: Endgame Encore, Bocoran 4 Adegan Baru yang Menggoda Fans

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:05 WIB

PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial

PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 16:04 WIB

Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya

Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 16:03 WIB

Ada Kluster Mewah di Penjara, Lapas Kelas IIA Cibinong untuk Napi Kasus Apa Saja?

Ada Kluster Mewah di Penjara, Lapas Kelas IIA Cibinong untuk Napi Kasus Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB

Pria di Medan Tewas Ditikam Gegara Rebutan Remot TV Warkop

Pria di Medan Tewas Ditikam Gegara Rebutan Remot TV Warkop

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 15:59 WIB

Kode Booking Hotel Mewah Pakai Diskon Spesial BRI

Kode Booking Hotel Mewah Pakai Diskon Spesial BRI

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:57 WIB

Tim Hukum Hery Susanto Ungkap Fakta Persidangan soal Uang Rp 1,5 M

Tim Hukum Hery Susanto Ungkap Fakta Persidangan soal Uang Rp 1,5 M

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 15:54 WIB

Demo Buruh Cuma 40 Menit, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, Tapi Pilih Tertib daripada Dipidana!

Demo Buruh Cuma 40 Menit, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, Tapi Pilih Tertib daripada Dipidana!

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:54 WIB

Aksi Haji Isam, What's The Next?

Aksi Haji Isam, What's The Next?

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:51 WIB

×