Cerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga Pesisir

Rendy Adrikni Sadikin

Minggu, 28 September 2025 | 00:14 WIB
Cerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga Pesisir
Salah satu petani rumput laut, pekerjaan yang tercipta dari inisiasi berbasis komunitas.(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Upaya konservasi melahirkan lebih dari 103 pekerjaan hijau yang menghubungkan pelestarian alam dengan kesejahteraan masyarakat.
  • Pertanian berkelanjutan, kerajinan tradisional, dan ekonomi biru pesisir menjadi motor utama terciptanya profesi baru ramah lingkungan.
  • Rantai nilai dari pembibitan hingga pemasaran memperkuat komunitas sekaligus memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Suara.com - Siapa bilang menjaga alam hanya soal larangan menebang pohon atau membatasi aktivitas laut? Nah, di beberapa desa di Indonesia, justru dari upaya konservasi lahir ratusan peluang kerja baru. Yang pasti, lapangan kerja ini berkontribusi kepada pelestarian dan pemulihan lingkungan.

Ya, pembangunan berkelanjutan memang mustahil lepas dari rumus sederhana tapi kuat, yakni konservasi lingkungan ditambah pemberdayaan masyarakat sama dengan ekonomi hijau yang tangguh. Rumus ini berbukti. Ratusan lapangan kerja hijau lahir di empat bentang alam yang berbeda.

Inisiatif ini diciptakan melalui program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase ke-7, program pendanaan berbasis komunitas. Tentunya bukan cuma melindungi ekosistem, inisiatif ini juga membuka jalan bagi tumbuhnya peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala memaparkan data dari program “Bentang Alam” ini mencatat pencapaian luar biasa. Data itu mencatat lebih dari 103 jenis pekerjaan hijau dan usaha komunitas berhasil dibentuk atau diperkuat di empat bentang alam utama di Indonesia.

“Ini bukan sekadar angka, melainkan kisah nyata tentang orang-orang yang membangun mata pencaharian berkelanjutan yang berakar pada konservasi lingkungan mereka,” ujar Sidi dalam pernyataannya, Selasa (23/9/2025).

Setiap angka memang menyimpan kisah nyata tentang warga desa yang berhasil menghubungkan kelestarian alam dengan sumber penghidupan mereka. Dari lahan pertanian, hutan, hingga pesisir, masyarakat kini nggak cuma menjadi penjaga lingkungan, tapi juga pelaku ekonomi yang berdaya.

Agroforestri: Dari Lahan ke Nilai Tambah

Pertanian berkelanjutan menjadi mesin utama yang menggerakkan penciptaan lapangan kerja hijau. Biasanya, petani hanya mengandalkan pola tanam yang tradisional. Kekinian, mereka mulai berangsur beralih pada sistem agroforestri dan produksi bernilai tambah.

Dari gula semut, lada, hingga kopi, semua produk tersebut menciptakan jenis pekerjaan baru, yakni koperasi tani, spesialis pertanian organik, operator persemaian bibit, hingga produsen lokal yang berorientasi pasar. Salah satu studi kasus dialami masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng, Sulawesi Selatan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumarila di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yang menjadi bagian dari ekosistem DAS Balantieng, melahirkan beragam usaha baru. Mulai dari produksi keripik, pembuatan gula semut, bubuk lada, hingga pakan ternak berbahan pelet.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi berhenti pada panen, melainkan bisa berlanjut ke pengolahan dan pemasaran yang menambah nilai ekonomi. Dengan cara ini, kesejahteraan meningkat, namun kelestarian lahan tetap terjaga.

Kreativitas Lokal Menyambung Tradisi dan Pasar

Industri kreatif ternyata enggan ketinggalan untuk melahirkan peluang lapangan kerja hijau. Dalam inisiasi tersebut, warga memanfaatkan hasil hutan nonkayu menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Selain motif ekonomi, tujuannya tak lain untuk menciptakan kerajinan tangan dan produk fesyen yang berkelanjutan.

Jenis pekerjaan baru pun mulai bermunculan dalam inisiasi warga tersebut. Sebut saja, munculnya para perajin ecoprint, penenun pandan, perajin lontar, hingga desainer busana yang tentunya mengutamakan bahan alami dan berpegang teguh pada prinsip berkelanjutan.

Di Sabu Raijua, misalnya, kelompok masyarakat seperti Bapalok dan PMPB mengembangkan usaha tenun pandan dan lontar. Lebih dari sekadar menjaga tradisi, mereka memadukan kearifan lokal dengan inovasi sehingga produk tenun mampu bersaing di pasar modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat

Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:15 WIB

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

IUCN Apresiasi Komitmen Menhut RI Perkuat Konservasi Gajah

IUCN Apresiasi Komitmen Menhut RI Perkuat Konservasi Gajah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:50 WIB

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:36 WIB

Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?

Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:38 WIB

Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau

Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:00 WIB

Didukung Inpres Prabowo, Raja Juli Antoni Dinilai Perkuat Konservasi Gajah Nasional

Didukung Inpres Prabowo, Raja Juli Antoni Dinilai Perkuat Konservasi Gajah Nasional

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 05:00 WIB

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:57 WIB

Cara Edit Foto ala Cover Album 'Teh Hijau' Tulus di Canva, Bikin Konten Viral yang Estetik

Cara Edit Foto ala Cover Album 'Teh Hijau' Tulus di Canva, Bikin Konten Viral yang Estetik

Tekno | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:22 WIB

Terkini

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:05 WIB

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13 WIB

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:40 WIB

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:32 WIB

Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless

Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya

Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:35 WIB

Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

Apa Bedanya Bekas Jerawat PIH dan PIE? Ini Perbedaan hingga Cara Memudarkannya

Apa Bedanya Bekas Jerawat PIH dan PIE? Ini Perbedaan hingga Cara Memudarkannya

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:25 WIB

×