Apa Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025? Ini Maknanya

Ruth Meliana

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 13:38 WIB
Apa Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025? Ini Maknanya
ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik/pikisuperstar)
baca 10 detik
  • 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia.
  • Hari Kesehatan Mental Sedunia diinisiasi oleh World Federation for Mental Health (WFMH) sejak tahun 1992.
  •  Tema resmi Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 adalah "Access to Services: Mental Health in Catastrophes and Emergencies". 

Suara.com - Hari ini, 10 Oktober 2025, diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran global tentang isu mental health.

Lantas, apa tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025?

Sebagai referensi, Hari Kesehatan Mental Sedunia diinisiasi oleh World Federation for Mental Health (WFMH) sejak tahun 1992. Tujuannya untuk mengurangi stigma, mempromosikan pencegahan, dan mendorong akses layanan kesehatan mental bagi semua orang.

Tema resmi Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 adalah "Access to Services: Mental Health in Catastrophes and Emergencies" atau dalam bahasa Indonesia, "Akses Layanan: Kesehatan Mental dalam Bencana dan Keadaan Darurat".

Tema ini dipilih oleh WFMH untuk menyoroti betapa pentingnya penyediaan dukungan kesehatan mental selama situasi krisis, seperti bencana alam, konflik bersenjata, atau pandemi.

Menurut organisasi tersebut, bencana tidak hanya merusak fisik dan ekonomi, tetapi juga meninggalkan luka mendalam pada jiwa manusia, yang sering kali diabaikan.

ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)
ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)

Makna tema ini sangat dalam dan relevan dengan kondisi dunia saat ini. Pertama, "akses layanan" menekankan perlunya sistem kesehatan mental yang inklusif dan mudah dijangkau, terutama bagi korban bencana.

Di banyak negara, layanan psikologis masih terbatas, terutama di daerah pedesaan atau zona konflik. Tema ini mengajak pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat untuk membangun infrastruktur yang tangguh, seperti hotline darurat, konseling online, dan tim respons cepat untuk trauma.

Misalnya, dalam konteks bencana alam seperti gempa bumi atau banjir, korban sering mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, atau kecemasan kronis. Tanpa akses layanan yang cepat, kondisi ini bisa memburuk dan memengaruhi pemulihan jangka panjang.

baca juga

Kedua, fokus pada "kesehatan mental dalam bencana dan keadaan darurat" menggarisbawahi bahwa krisis global semakin sering terjadi akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan ketidakstabilan ekonomi.

World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 1 miliar orang hidup dengan gangguan mental, dan angka ini melonjak selama emergensi.

Di situasi darurat kemanusiaan, seperti perang di Ukraina atau bencana alam di Asia Tenggara, mental health menjadi korban tak terlihat. Maknanya adalah kita harus mengintegrasikan dukungan psikososial ke dalam respons darurat standar, bukan hanya sebagai tambahan. Ini termasuk pelatihan petugas medis untuk mendeteksi tanda-tanda trauma dini dan menyediakan intervensi berbasis komunitas.

ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)
ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)

Pentingnya tema ini juga terlihat dari dampaknya terhadap kelompok rentan. Anak-anak, perempuan, dan lansia sering menjadi yang paling terdampak dalam keadaan darurat.

Sebuah studi dari United Nations menunjukkan bahwa selama bencana, tingkat kekerasan berbasis gender meningkat, yang memperburuk kesehatan mental.

Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 mendorong pendekatan holistik, di mana akses layanan tidak hanya medis, tetapi juga mencakup dukungan sosial, seperti kelompok dukungan sesama korban atau program reintegrasi masyarakat.

Di Indonesia, misalnya, pasca-bencana seperti gempa Sulawesi atau erupsi gunung berapi, banyak inisiatif lokal yang bekerja sama dengan LSM internasional untuk menyediakan konseling gratis.

Namun, tantangannya adalah kurangnya tenaga ahli. Indonesia hanya memiliki sekitar 1 psikiater per 100.000 penduduk, jauh di bawah standar global.

Lebih lanjut, makna tema ini mengajak kita untuk berpikir preventif. Bukan hanya merespons setelah bencana, tapi membangun ketahanan mental sejak dini melalui edukasi sekolah, kampanye media sosial, dan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan hidup.

ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)
ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia (freepik)

Organisasi seperti Pan American Health Organization (PAHO) menekankan pentingnya psychosocial support dalam respons darurat, yang bisa mengurangi beban jangka panjang pada sistem kesehatan. Di era digital, teknologi seperti aplikasi telepsikologi bisa menjadi solusi untuk akses di daerah terpencil.

Secara global, tema ini juga menjadi panggilan untuk kolaborasi internasional. Negara-negara maju diminta membantu negara berkembang dalam membangun kapasitas, sementara perusahaan swasta bisa berkontribusi melalui CSR.

Contohnya, program IOM (International Organization for Migration) yang fokus pada migran dan pengungsi, di mana kesehatan mental sering diabaikan selama perpindahan paksa.

Pada intinya, tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 bukan sekadar slogan, tapi ajakan aksi nyata untuk memastikan bahwa di tengah kekacauan bencana, jiwa manusia tetap terlindungi. Maknanya adalah pengakuan bahwa kesehatan mental adalah hak asasi manusia, yang harus dijamin bahkan dalam situasi terburuk.

Mari kita semua berpartisipasi, mulai dari mendukung teman yang sedang kesulitan hingga mendesak pemerintah untuk meningkatkan anggaran kesehatan mental. Dengan demikian, kita bisa membangun dunia yang lebih resilient dan empati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Oktober 2025 Hari Apa? Simak Daftar Peringatan Penting Hari Ini

10 Oktober 2025 Hari Apa? Simak Daftar Peringatan Penting Hari Ini

Lifestyle | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Generasi Sadar Mental Health, Tapi Kenapa Masih Takut Cari Bantuan Psikolog?

Generasi Sadar Mental Health, Tapi Kenapa Masih Takut Cari Bantuan Psikolog?

Your Say | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:10 WIB

Quarter-Life Crisis Mengintai Anak Muda: Saat Usia 20-an Terasa Lebih Berat dari yang Dibayangkan

Quarter-Life Crisis Mengintai Anak Muda: Saat Usia 20-an Terasa Lebih Berat dari yang Dibayangkan

Your Say | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 12:20 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×