Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Halloween? Ini Hukumnya

Ruth Meliana

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 11:53 WIB
Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Halloween? Ini Hukumnya
ilustrasi Halloween (freepik)

Suara.com - Bulan Oktober sering kali identik dengan perayaan Halloween. Di berbagai negara Barat, masyarakat merayakannya dengan mengenakan kostum menyeramkan, berburu permen, hingga menghias rumah dengan labu berwajah hantu.

Fenomena ini kini mulai banyak diikuti oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia, termasuk di negara-negara mayoritas Muslim. Tak jarang, muncul pertanyaan apakah orang Islam boleh merayakan Halloween?

Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa Halloween hanyalah hiburan atau bentuk ekspresi kreatif yang tidak ada kaitannya dengan agama. Namun, bagi umat Islam, setiap tindakan perlu ditinjau dari sudut pandang syariat.

Apakah orang Islam boleh merayakan Halloween?

Ilustrasi pria dengan pakaian halloween (Freepik)
Ilustrasi pria dengan pakaian halloween (Freepik)

 

Sejarah Halloween berasal dari tradisi pagan (festival Samhain) yang kemudian bercampur dengan unsur Kristen (All Hallows’ Eve) dan agama Barat lainnya.

Karena akar budaya Halloween berkaitan dengan kepercayaan non-Muslim, maka ketika seorang Muslim ikut memeriahkan perayaan itu tanpa pertimbangan hukum syariat, muncul pertanyaan, apakah ikut budaya non-Islam seperti Halloween diperbolehkan atau tidak?

Dalam praktik, beberapa orang Islam mungkin mengikuti Halloween sekadar sebagai hiburan ringan, bukan karena keyakinan. Namun, apakah itu dapat dibenarkan menurut Islam?

Untuk memperjelas, kita perlu membedakan antara niat, bentuk partisipasi, dan konsekuensi terhadap akidah. Berdasarkan pemahaman para ulama, tindakan meniru dalam aspek budaya non-Islam atau mengenakan kostum khas non-Muslim masuk dalam pembahasan hukum tasyabbuh (menyerupai). Dalam hadits disebutkan seperti berikut.

“مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”

“Man tasyabbaha bi qawmin fahuwa minhum”

baca juga

“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim harus berhati-hati dalam menyerupai karakter atau praktik khas milik kelompok non-Muslim, termasuk tradisi seperti Halloween. Para ulama menjelaskan bahwa “menyerupai” mencakup pakaian, perilaku, hingga cara berperayaan.

Para ulama juga membedakan tiga tingkatan penilaian hukum terhadap tindakan menyerupai budaya lain seperti Halloween, tergantung pada niat dan konteksnya berikut.

  • Bila penyerupaan dilakukan dengan niat menyetujui atau mengikuti keyakinan mereka, maka bisa dianggap kekafiran.
  • Jika dilakukan tanpa niat mengikuti agama mereka, hanya sebagai bentuk ikut-ikutan budaya, hukumnya dosa tetapi tidak sampai kafir.
  • Kalau semata-mata kebetulan atau tidak sengaja menyerupai, bisa dihukumi makruh dan diutamakan untuk ditinggalkan.

Berdasarkan pertimbangan ini, sebagian besar ulama menyimpulkan bahwa orang Islam merayakan Halloween tidak diperbolehkan secara bebas tanpa pertimbangan syariat. Hal ini karena dapat mengandung unsur tasyabbuh, pelanggaran identitas Islam, dan potensi melemahkan keimanan.

Hukum Mengikuti Budaya Non-Muslim

Orang-orang dengan kostum ikut serta dalam parade selama perayaan Halloween di jalan wisata populer Khaosan Road di Bangkok, Thailand, Senin (31/10/2022). [Lillian SUWANRUMPHA / AFP]
Orang-orang dengan kostum ikut serta dalam parade selama perayaan Halloween di jalan wisata populer Khaosan Road di Bangkok, Thailand, Senin (31/10/2022). [Lillian SUWANRUMPHA / AFP]

 

Ketika berbicara tentang hukum mengikuti budaya non-Muslim, khususnya yang berasal dari tradisi agama atau ritual lain, penting untuk memperhatikan beberapa prinsip dalam Islam. Berikut beberapa poin yang perlu Anda ketahui.

1. Prinsip larangan tasyabbuh

Islam secara tegas melarang seorang Muslim menyerupai kaum lain dalam hal simbol keagamaan atau ritual. Larangan tasyabbuh ini tidak hanya soal pakaian, tetapi juga mencakup adat, lambang, atau kebiasaan yang identik dengan keyakinan tertentu.

2. Niat sebagai penentu

Hukum suatu aktivitas dalam Islam sangat bergantung pada niatnya. Jika seseorang ikut Halloween semata-mata untuk hiburan tanpa bermaksud menyetujui keyakinan di baliknya, maka hukumnya berbeda dibanding seseorang yang mengikuti sebagai ekspresi keagamaan.

Namun, walaupun niatnya hanya “ikut-ikutan”, ulama tetap memandang bahwa hal itu sebaiknya dihindari karena bisa mencederai identitas Islam dan membuka peluang terjerumus pada hal yang tidak bermanfaat bagi iman.

3. Adab dan batasan dalam mengikuti budaya

Islam memperbolehkan umatnya mengambil manfaat positif dari budaya non-Muslim seperti, teknologi, sains, atau seni, selama tidak bertentangan dengan akidah dan syariah.

Namun, dalam hal ritual atau simbol keagamaan, seorang Muslim harus berhati-hati agar tidak ikut praktik yang bertentangan dengan Islam.

Dari berbagai pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa orang Islam merayakan Halloween tidak diperbolehkan secara sembarangan. Tindakan itu berisiko masuk kategori tasyabbuh, bisa menjadi dosa, atau bahkan lebih berat tergantung pada niatnya.

Jika disertai niat mengikuti ajaran non-Muslim, maka hukumnya haram, bila sekadar ikut budaya tanpa niat, tetap tidak dianjurkan; dan bila kebetulan menyerupai, maka makruh.

Dalam mengikuti budaya non-Muslim, umat Islam perlu bersikap selektif. Ambil hal positif yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi hindari simbol dan ritual yang dapat mengaburkan identitas keislaman. Dengan begitu, Anda tetap bisa menghargai budaya lain tanpa kehilangan jati diri sebagai Muslim.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Warna Lipstik yang Bikin Makeup Halloween Makin Dramatis, Siap-siap Jadi Pusat Perhatian!

5 Warna Lipstik yang Bikin Makeup Halloween Makin Dramatis, Siap-siap Jadi Pusat Perhatian!

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:57 WIB

Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Ikut-ikutan Boleh Nggak Sih?

Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Ikut-ikutan Boleh Nggak Sih?

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:49 WIB

5 Ide Kostum Halloween Super Simpel, Cocok untuk Kamu yang Gak Suka Dandan Heboh

5 Ide Kostum Halloween Super Simpel, Cocok untuk Kamu yang Gak Suka Dandan Heboh

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:45 WIB

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:40 WIB

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:30 WIB

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:28 WIB

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:26 WIB

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Surakarta | Rabu, 30 September 2026 | 18:24 WIB

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:23 WIB

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:22 WIB

×