Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Ikut-ikutan Boleh Nggak Sih?

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:49 WIB
Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Ikut-ikutan Boleh Nggak Sih?
Hukum Merayakan Halloween dalam Islam (freepik)

Suara.com - Halloween dirayakan di berbagai negara, termasuk juga Arab Saudi. Perayaan yang pernah viral di Arab Saudi itu menjadi pembahasan yang menghebohkan terutama di kalangan Islam. Arab Saudi dipandang sebagai sebuah negara yang dikenal sebagai pusat dunia Islam, sehingga banyak yang mempertanyakan bagaimana sebenarnya hukum merayakan Halloween menurut pandangan Islam?

Menurut ulama karismatik Buya Yahya, Halloween bukanlah tradisi umat Islam dan tidak sepatutnya diikuti. Buya juga mengingatkan agar umat Islam tidak tergesa-gesa menilai bahwa seluruh masyarakat atau ulama di Arab Saudi mendukung perayaan tersebut. Sebab, bisa jadi hal itu hanyalah kebijakan pemerintah yang tidak mewakili pandangan seluruh rakyat.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa dalam beragama, umat Islam tidak seharusnya mengikuti kebijakan suatu negara, melainkan harus berpegang teguh pada syariat Allah Swt. dan sunnah Rasulullah Saw. Buya juga mendoakan agar umat Islam yang terlanjur ikut merayakan Halloween mendapat hidayah dan kesadaran. 

Pandangan Islam tentang Menyerupai Kaum Lain

Dalam Islam, terdapat prinsip yang jelas terkait larangan menyerupai kaum non-Muslim dalam hal ibadah atau simbol keagamaan. Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menegaskan bahwa umat Islam hendaknya menjaga identitasnya dan tidak meniru ritual, simbol, atau tradisi yang berasal dari ajaran lain. Dalam penjelasan para ulama seperti Ali al-Qari dan Al-Alaqami, siapa pun yang menyerupai kaum fasik atau kafir dalam hal busana, perayaan, atau perilaku tertentu, maka ia bisa termasuk bagian dari mereka dalam hal dosa maupun pahala.

Nah, Halloween sejatinya berasal dari festival kuno bangsa Celtic bernama Samhain di wilayah Irlandia, Inggris, dan Prancis Utara. Pada masa itu, masyarakat Pagan menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir roh jahat yang dipercaya muncul setiap akhir musim panen.

Seiring waktu, perayaan ini mengalami perpaduan budaya dengan tradisi Kristen dan berkembang menjadi perayaan yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober. Kini, Halloween identik dengan kegiatan trick-or-treat, pesta kostum, dan dekorasi labu berbentuk wajah seram.

baca juga

Walau banyak yang menganggapnya hanya sebagai hiburan, akar sejarah Halloween tetap lekat dengan ritual keagamaan non-Islam dan simbol-simbol paganisme. Karena itu, bagi umat Islam, penting untuk memahami nilai dan makna di balik sebuah perayaan sebelum ikut terlibat di dalamnya.

Karenanya, banyak ulama melarang umat Islam ikut merayakan Halloween. Para ulama juga memberikan rincian dalam Bughyah al-Mustarsyidin bahwa:

  • Jika seseorang menyerupai kaum kafir dengan niat mencintai agama mereka atau mengikuti syiar kekufuran, maka ia bisa menjadi kafir.
  • Jika hanya meniru tanpa niat seperti itu, sekadar untuk ikut tren atau hiburan, maka hukumnya berdosa, meski tidak sampai kafir.
  • Jika kemiripan itu terjadi tanpa sengaja, maka hukumnya makruh.

Dengan demikian, mengenakan kostum Halloween atau ikut dalam pestanya bukan langsung berarti kufur, namun tetap termasuk perbuatan yang tidak patut bagi Muslim karena meniru kebiasaan non-Islam.

Islam tidak melarang umatnya untuk bergembira atau berekspresi dalam perayaan tertentu. Bahkan di Nusantara, umat Islam memiliki banyak tradisi yang luhur dan sarat nilai spiritual, seperti maulid Nabi, tingkepan, atau tradisi topeng muludan di Surabaya yang dahulu digelar dengan penuh suka cita untuk menyambut kelahiran Rasulullah Saw.

Namun, semua bentuk ekspresi tersebut tetap berakar pada nilai Islam dan bertujuan untuk mempererat ukhuwah, bukan meniru budaya asing yang tidak sejalan dengan akidah.

Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya tidak ikut-ikutan merayakan Halloween, Valentine, atau perayaan Barat lainnya yang berpotensi mengikis nilai-nilai tauhid. Lebih baik energi dan kreativitas diarahkan untuk memperkuat tradisi Islam yang membawa keberkahan.

Demikian itu hukum merayakan Halloween. Para ulama sepakat bahwa menjauhi hal-hal yang menyerupai ritual agama lain adalah bentuk menjaga kehormatan Islam. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Ide Kostum Halloween Super Simpel, Cocok untuk Kamu yang Gak Suka Dandan Heboh

5 Ide Kostum Halloween Super Simpel, Cocok untuk Kamu yang Gak Suka Dandan Heboh

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:23 WIB

Halloween atau Helloween, Mana Tulisan yang Benar? Ini Asal Usul Kelamnya

Halloween atau Helloween, Mana Tulisan yang Benar? Ini Asal Usul Kelamnya

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

×