Berapa Gaji Buruh Pabrik Sepatu Nike Adidas di Tangerang? Perusahaan Pindah ke Kota yang Lebih Murah

Farah Nabilla

Sabtu, 01 November 2025 | 13:18 WIB
Berapa Gaji Buruh Pabrik Sepatu Nike Adidas di Tangerang? Perusahaan Pindah ke Kota yang Lebih Murah
Ilustrasi buruh pabrik sepatu NIke Adidas. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Industri sepatu di Indonesia menjadi sorotan karena alami guncangan pada biaya produksi. Ramai beredar kabar pabrik besar Nike dan Adidas hengkang dari kawasan Tangerang.

Dua perusahaan multinasional itu dikabarkan memindahkan lini produksinya ke wilayah tengah Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan DIY, karena alasan klasik yakni upah buruh yang lebih murah. Lantas berapa gaji buruh pabrik sepatu Nike Adidas di Tangerang?

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, menjelaskan bahwa relokasi tersebut dilakukan untuk menekan biaya produksi. Dalam industri sepatu, upah pekerja memang menjadi salah satu komponen biaya terbesar.

Pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan, tetapi informasi dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menunjukkan adanya relokasi beberapa pabrik besar.

Meskipun demikian, Rizky menegaskan bahwa kinerja industri alas kaki nasional tetap berada di jalur positif. Tahun ini, industri alas kaki Indonesia masih tumbuh sekitar 8 persen, yang menunjukkan bahwa permintaan global terhadap produk sepatu buatan Indonesia tetap tinggi.

Gaji Buruh Pabrik Sepatu Nike Adidas di Tangerang

Kabar perpindahan pabrik Nike dan Adidas sebelumnya diungkap oleh Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar tersebut mencari daerah dengan upah minimum lebih rendah dibandingkan Tangerang.

Sebagai perbandingan, Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang 2025 telah naik 6,5 persen dari tahun sebelumnya. Jika pada 2024 UMK berada di angka Rp4.760.289, maka pada 2025 naik menjadi Rp5.069.707 per bulan. Kenaikan ini dianggap terlalu tinggi bagi beberapa investor yang ingin menjaga efisiensi biaya produksi.

Sementara itu, wilayah tengah Jawa seperti Kabupaten Boyolali, Sragen, atau Klaten memiliki UMK jauh lebih rendah dari Tangerang, berkisar Rp2,1–Rp2,3 juta per bulan. Dengan perbedaan hampir separuhnya, perusahaan tentu dapat menghemat biaya operasional secara signifikan tanpa mengurangi kapasitas produksi.

baca juga

Perbandingan Upah Buruh Nike di Asia

Isu upah buruh murah memang bukan hal baru bagi industri sepatu global. Data menunjukkan, sekitar 273.000 pekerja di Indonesia memproduksi sepatu Nike dengan upah rata-rata hanya 1 dolar AS per jam, atau sekitar Rp16.000.

Sebagai perbandingan, buruh Nike di Kamboja yang sebanyak 57.000 orang mendapatkan sekitar 1,18 dolar AS per jam. Sedangkan Nike mencatatkan pendapatan global mencapai 51,4 miliar dolar AS pada 2024.

Kontras antara keuntungan besar perusahaan dengan upah rendah pekerja di negara berkembang ini kembali memunculkan perdebatan lama tentang keadilan dalam rantai pasok global.

Nike juga tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tingkat global. Perusahaan mengumumkan akan memangkas kurang dari 1 persen dari total 77.800 karyawannya di seluruh dunia. PHK ini terutama berdampak pada pegawai kantor, bukan pada pekerja pabrik.

Langkah tersebut diambil di bawah kepemimpinan CEO baru, Elliott Hill, sebagai bagian dari strategi “penyelarasan organisasi” agar lebih fokus pada pengembangan bisnis berbasis cabang olahraga.

Sebelumnya, pada Februari 2024, Nike juga memangkas sekitar 1.600 pekerja (2 persen) dari total tenaga kerja globalnya. Langkah itu dilakukan untuk menekan biaya di tengah permintaan pasar yang melambat.

Meskipun begitu, Hill memastikan bahwa restrukturisasi ini tidak memengaruhi operasional di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, serta tidak berdampak pada merek Converse yang masih berada di bawah naungan Nike.

Meski ada relokasi dan PHK, industri alas kaki di Indonesia diprediksi tetap berkembang. Indonesia termasuk dalam tiga besar negara pengekspor sepatu dunia setelah Tiongkok dan Vietnam.

Banyak merek global selain Nike dan Adidas yang masih mempertahankan produksinya di sini. Salah satu faktor yang jadi pertahanannya adalah karena kualitas tenaga kerja yang terampil serta fasilitas produksi yang memadai.

Namun, perpindahan pabrik dari Tangerang ke wilayah tengah Jawa bisa menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan serikat pekerja. Jika biaya tenaga kerja terus meningkat tanpa diimbangi dengan produktivitas dan inovasi, bukan tidak mungkin relokasi serupa akan terjadi pada industri lain.

Sebaliknya, bagi daerah tujuan relokasi seperti Jawa Tengah, langkah ini bisa menjadi peluang baru untuk menciptakan lapangan kerja lebih luas. Meski upah lebih rendah, stabilitas ekonomi daerah bisa meningkat berkat masuknya investasi baru di sektor manufaktur.

Demikian itu paparan gaji buruh pabrik sepatu Nike Adidas di Tangerang. Pada akhirnya, relokasi pabrik sepatu besar seperti Nike dan Adidas menunjukkan tantangan klasik industri dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan daya saing industri.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba, Tampil Classy Tanpa Bikin Kantong Bolong

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba, Tampil Classy Tanpa Bikin Kantong Bolong

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:22 WIB

Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan

Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:13 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Model Ballerina dari Berbagai Merek, Feminin dan Nyaman!

4 Rekomendasi Sepatu Model Ballerina dari Berbagai Merek, Feminin dan Nyaman!

Your Say | Selasa, 28 Oktober 2025 | 08:45 WIB

Asics Novablast 5 vs Adidas Adizero Evo SL: Andalan di Skena Perlarian, Mana yang Lebih Unggul?

Asics Novablast 5 vs Adidas Adizero Evo SL: Andalan di Skena Perlarian, Mana yang Lebih Unggul?

Lifestyle | Senin, 27 Oktober 2025 | 17:27 WIB

7 Sepatu Running Nyaman Alternatif Adidas dan Nike: Cocok untuk Wanita Dewasa Muda, Anti Pegal

7 Sepatu Running Nyaman Alternatif Adidas dan Nike: Cocok untuk Wanita Dewasa Muda, Anti Pegal

Lifestyle | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Dokter Tifa Dokter Apa? Ditangkap Polisi saat Ujian S3 Fakultas Kedokteran UI

Dokter Tifa Dokter Apa? Ditangkap Polisi saat Ujian S3 Fakultas Kedokteran UI

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:10 WIB

Urutan Skincare Malam Somethinc untuk Atasi Kulit Kusam, Wajah Jadi Cerah Bercahaya

Urutan Skincare Malam Somethinc untuk Atasi Kulit Kusam, Wajah Jadi Cerah Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:00 WIB

5 Trik Berpakaian Menurut Feng Shui yang Bikin Hoki dan Pancarkan Aura Positif

5 Trik Berpakaian Menurut Feng Shui yang Bikin Hoki dan Pancarkan Aura Positif

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:35 WIB

4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan

4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:24 WIB

Cushion OMG untuk Kulit Apa? Ini Kandungan, Manfaat, Harga, dan Review Pembeli

Cushion OMG untuk Kulit Apa? Ini Kandungan, Manfaat, Harga, dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kenapa Sering Mati Listrik Belakangan Ini? Simak Penjelasan PLN dan Cara Cek Wilayah Terdampak

Kenapa Sering Mati Listrik Belakangan Ini? Simak Penjelasan PLN dan Cara Cek Wilayah Terdampak

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:06 WIB

Profil Glory, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Punya Kedekatan dengan Eks Kepala BGN

Profil Glory, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Punya Kedekatan dengan Eks Kepala BGN

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:33 WIB

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB