Bikin Pabrik Nike Adidas Pindah, Beda Upah Buruh di Jateng Jauh Lebih Rendah Ketimbang Tangerang?

Farah Nabilla

Sabtu, 01 November 2025 | 13:28 WIB
Bikin Pabrik Nike Adidas Pindah, Beda Upah Buruh di Jateng Jauh Lebih Rendah Ketimbang Tangerang?
Beda Upah Buruh Tangerang dan Jawa Tengah yang Bikin Pabrik Nike Adidas Pindah (Foto: Nike dan adidas.co.id)

Suara.com - Gelombang relokasi industri sepatu dari wilayah Tangerang ke Jawa Tengah menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan buruh. Hal yang menjadi penyebab pemindahan produksi adalah upah buruh yang bedanya cukup besar. Besaran upah buruh Tangerang dan Jawa Tengah disampaikan menjelang akhir artikel ini. 

Salah satu perusahaan yang paling disorot adalah langkah PT Victory Chingluh Indonesia yang merupakan pemasok utama sepatu merek internasional Nike. Perusahaan ini bahkan dikabarkan merumahkan ribuan karyawan di Pasar Kemis, Tangerang, pada akhir Oktober 2025.

Fenomena relokasi pabrik Nike dan Adidas ini kembali menunjukkan dilema klasik dunia industri Indonesia, antara efisiensi ekonomi dan keadilan sosial. Perusahaan tentu perlu menjaga keberlanjutan bisnis dengan menekan biaya produksi, namun buruh juga berhak atas upah yang layak sesuai kebutuhan hidup.

Jika kesenjangan upah antar wilayah terus melebar, relokasi akan terus terjadi. Tantangan bagi pemerintah ke depan adalah menciptakan iklim industri yang adil dan kompetitif di mana efisiensi tidak mengorbankan kesejahteraan pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut langkah itu berkaitan dengan pemindahan tempat produksi. Menurut laporan yang diterima KSPI, sejumlah pabrik sepatu kini mulai memindahkan operasionalnya ke wilayah tengah Pulau Jawa, seperti Cirebon, Brebes, dan Pekalongan.

Said Iqbal menjelaskan, relokasi tersebut dipicu oleh alasan ekonomi, khususnya tingginya biaya tenaga kerja di kawasan industri padat karya seperti Tangerang. Dalam industri tekstil, garmen, dan alas kaki, beban biaya tenaga kerja atau labor cost bisa mencapai 30 persen dari total pengeluaran perusahaan. 

Ketika biaya ini dinilai terlalu tinggi di satu wilayah, banyak perusahaan memilih memindahkan pabrik ke daerah dengan upah minimum lebih rendah untuk menekan pengeluaran.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rizky Aditya Wijaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait relokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah itu bukan berarti perusahaan berhenti beroperasi atau hengkang dari Indonesia, melainkan strategi efisiensi biaya produksi.

Beda Upah Buruh Tangerang dan Jawa Tengah

baca juga

Perbedaan upah memang menjadi faktor utama yang menarik perusahaan untuk berpindah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata upah per jam pekerja di Jawa Tengah hanya sekitar Rp13.381, sedangkan di Tangerang atau Jakarta bisa mencapai Rp42.354 per jam, tiga kali lipat lebih tinggi.

Perbedaan itu juga terlihat jelas dari data Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2025. Pemerintah Kota Tangerang menetapkan UMK 2025 sebesar Rp5.069.708, naik 6,5 persen atau Rp309.418 dari tahun sebelumnya. Untuk sektor tertentu, nilai upah bahkan bisa lebih tinggi melalui penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK).

  • UMSK sektor 1 naik 7 persen menjadi Rp5.424.587,95
  • UMSK sektor 2 naik 4 persen menjadi Rp5.272.496,69
  • UMSK sektor 3 naik 3 persen menjadi Rp5.221.799,61
  • UMSK sektor 4 naik 2 persen menjadi Rp5.171.102,53

Sebaliknya, upah di wilayah Jawa Tengah relatif jauh lebih rendah. Berdasarkan data BPS dan Pemprov Jawa Tengah, UMK di beberapa kota/kabupaten tahun 2025 adalah:

  • Kota Semarang: Rp3.454.827
  • Kab. Demak: Rp2.940.716
  • Kab. Kendal: Rp2.783.455
  • Kab. Semarang: Rp2.750.136
  • Kab. Kudus: Rp2.680.486
  • Kab. Cilacap: Rp2.640.248
  • Kab. Jepara: Rp2.610.224
  • Kota Pekalongan: Rp2.545.138
  • Kab. Batang: Rp2.534.383
  • Kota Salatiga: Rp2.533.583
  • Kab. Pekalongan: Rp2.486.654
  • Kab. Magelang: Rp2.467.488
  • Kab. Karanganyar: Rp2.437.110
  • Kota Surakarta: Rp2.416.560
  • Kab. Boyolali: Rp2.396.598
  • Kab. Klaten: Rp2.389.873
  • Kota Tegal: Rp2.376.684

Dari data tersebut terlihat bahwa upah minimum di Tangerang hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata kota industri di Jawa Tengah. Perbedaan inilah yang dianggap sangat signifikan dalam mempengaruhi keputusan relokasi.

Demikian itu perbedaan upah buruh Tangerang dan Jawa Tengah. Perpindahan pabrik tentu membawa dua dampak berbeda. Di satu sisi, buruh di Tangerang menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Ribuan pekerja Chingluh misalnya, kini harus menghadapi ketidakpastian nasib setelah pabrik mengurangi operasionalnya.

Namun di sisi lain, daerah-daerah seperti Brebes, Pekalongan, dan Kendal justru berpotensi mendapatkan tambahan investasi dan lapangan kerja baru. Relokasi industri padat karya ke wilayah berupah rendah memang kerap diharapkan pemerintah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan industrialisasi di luar kawasan Jabodetabek.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Gaji Buruh Pabrik Sepatu Nike Adidas di Tangerang? Perusahaan Pindah ke Kota yang Lebih Murah

Berapa Gaji Buruh Pabrik Sepatu Nike Adidas di Tangerang? Perusahaan Pindah ke Kota yang Lebih Murah

Lifestyle | Sabtu, 01 November 2025 | 13:18 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba, Tampil Classy Tanpa Bikin Kantong Bolong

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba, Tampil Classy Tanpa Bikin Kantong Bolong

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:22 WIB

Upah Buruh Naik Cuma Rp50 Ribu, Tunjangan DPR Ratusan Juta; Said Iqbal Sebut Akal-akalan Pemerintah

Upah Buruh Naik Cuma Rp50 Ribu, Tunjangan DPR Ratusan Juta; Said Iqbal Sebut Akal-akalan Pemerintah

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:21 WIB

Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan

Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:13 WIB

Terkini

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×