5 Fakta Unik Keraton Solo: Berdiri Sejak Kapan?

Cesar Uji Tawakal

Minggu, 02 November 2025 | 18:46 WIB
5 Fakta Unik Keraton Solo: Berdiri Sejak Kapan?
Keraton Solo. (indonesiakaya.com)

Suara.com - Keraton Surakarta Hadiningrat atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Solo merupakan salah satu warisan budaya Jawa paling megah dan bersejarah di Indonesia. Terletak di jantung Kota Surakarta, Jawa Tengah, keraton ini bukan hanya menjadi simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga pusat kebudayaan yang masih hidup hingga kini.

Dengan arsitektur klasik yang menawan, ritual tradisional yang terus dijaga, serta koleksi benda pusaka yang menakjubkan, Keraton Solo menjadi destinasi wisata budaya yang tak lekang oleh waktu. Dikenal sebagai istana resmi raja Kasunanan Surakarta, keraton ini berdiri sejak abad ke-18 dan menjadi saksi perjalanan panjang sejarah kerajaan-kerajaan di Tanah Jawa.

Setiap sudutnya menyimpan cerita tentang kekuasaan, spiritualitas, dan seni yang diwariskan turun-temurun. Keraton Solo bukan sekadar bangunan megah, ia adalah pusat identitas budaya Jawa yang memelihara nilai-nilai luhur, filosofi hidup, serta kearifan lokal yang mendalam.

Bagi para pengunjung, berkeliling di kompleks Keraton Solo seolah membawa mereka ke masa lampau. Dari gapura megah hingga taman-taman yang tenang, dari meriam tua hingga bangsal upacara, semuanya menggambarkan kehidupan istana yang penuh tata krama dan simbolisme.

Karenanya, Keraton Solo menjadi magnet wisata budaya yang selalu memikat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berikut lima fakta menarik tentang Keraton Solo yang perlu Anda ketahui.

1. Berdiri Sejak Abad ke-18 dan Menjadi Penerus Mataram

Keraton Surakarta Hadiningrat dibangun pada tahun 1743 dan diresmikan pada 17 Februari 1745 (17 Suro 1670 tahun Jawa) oleh Sri Susuhunan Pakubuwana II. Pendirian keraton ini dilakukan setelah keraton lama di Kartasura hancur akibat pemberontakan. Dari tiga lokasi yang diusulkan sebagai tempat baru yaitu Kadipala, Sana Sewu, dan Sala, akhirnya dipilihlah Desa Sala (yang kini dikenal sebagai Surakarta) meski wilayahnya dahulu berupa rawa.

Keraton ini kemudian menjadi penerus sah Kesultanan Mataram setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang membagi kerajaan menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Sejak saat itu, Keraton Solo menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan Jawa bagian timur, mempertahankan tradisi kerajaan Mataram dalam versi khasnya.

baca juga

2. Arsitektur Penuh Simbol dan Filosofi Jawa

Keindahan arsitektur Keraton Solo bukan hanya terletak pada bentuknya yang megah, tetapi juga pada makna filosofis di balik setiap detailnya. Misalnya, Gapura Gladag dan Kori Brodjonolo, dua pintu utama menuju keraton, melambangkan perjalanan spiritual menuju kesempurnaan batin. Nama “Brodjonolo” berasal dari kata brodjo (senjata tajam) dan nolo (hati), yang berarti manusia harus mengasah perasaannya sebelum memasuki wilayah suci.

Bangunan Sitihinggil atau “tanah yang tinggi” dibangun pada masa Pakubuwana III sekitar tahun 1766. Area ini menjadi tempat penting untuk upacara kerajaan dan penobatan raja. Tanah di tempat ini bahkan diambil dari daerah Tolowangi, yang konon memiliki aroma harum sebagai simbol kesucian.

Di sisi lain, menara Panggung Sangga Buwana menjadi bagian paling mistis keraton. Konon, menara setinggi lima lantai ini digunakan raja untuk bersemedi dan bertemu dengan Nyai Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan.

3. Menyimpan Koleksi Benda Pusaka Bernilai Tinggi

Keraton Solo juga berfungsi sebagai museum hidup yang menyimpan ratusan koleksi bersejarah. Di antaranya terdapat gamelan kuno, wayang kulit, manuskrip Jawa klasik, serta perhiasan kerajaan dari emas dan batu permata.

Salah satu koleksi paling terkenal adalah pusaka kerajaan yang disimpan di Ndalem Ageng Prabasuyasa, tempat sakral yang juga digunakan untuk pengambilan sumpah raja sebelum penobatan.

Selain itu, di area keraton juga terdapat delapan meriam tua, masing-masing dengan nama unik seperti Kyai Bringsing, Kyai Nangkulo, hingga Kyai Kadal Buntung. Setiap pusaka memiliki legenda tersendiri yang dipercaya memberi perlindungan bagi kerajaan. Koleksi ini bukan hanya simbol kekuasaan, tetapi juga saksi bisu sejarah panjang Kasunanan Surakarta.

4. Kompleks Keraton yang Luas dan Sarat Fungsi

Keraton Solo terdiri dari beberapa bangunan utama dengan fungsi berbeda. Sasana Sewaka digunakan untuk upacara adat dan pertunjukan seni, sementara Sasana Handrawina menjadi tempat perjamuan kerajaan. Baleroto, Srimanganti, dan Kori Kamandungan adalah area transit bagi tamu-tamu penting yang akan menghadap raja.
Bagian paling suci adalah Kedhaton, tempat raja dan keluarga kerajaan tinggal.

Halaman kedhaton dilapisi pasir hitam yang diambil dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi, dua sumber alam yang melambangkan keseimbangan antara dunia spiritual dan dunia nyata. Tidak hanya indah secara visual, penataan ruang dalam keraton juga mengikuti filosofi Jawa yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

5. Pusat Kebudayaan dan Wisata Edukatif di Solo

Hingga kini, Keraton Surakarta Hadiningrat masih berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya Jawa. Di sini sering digelar pertunjukan gamelan, tari klasik, hingga upacara adat seperti Grebeg Maulud dan Sekaten. Keraton juga terbuka untuk wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan seni Jawa secara langsung.

Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat keraton mudah diakses. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, yakni Rp4.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak, dengan jam kunjungan pukul 07.00–17.00 WIB setiap hari (kecuali Jumat).

Melalui kunjungan ini, wisatawan tak hanya menikmati keindahan arsitektur dan benda-benda pusaka, tetapi juga merasakan atmosfer spiritual dan ketenangan khas budaya Jawa.

Demikian itu lima fakta Keraton Solo yang bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan hidup yang terus berdenyut di tengah modernitas. Ia mengajarkan harmoni, kesederhanaan, serta penghormatan terhadap tradisi.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Keraton Solo Pakubuwono XIII Wafat, Akhir Perjalanan Sang Pemersatu Takhta Mataram

Raja Keraton Solo Pakubuwono XIII Wafat, Akhir Perjalanan Sang Pemersatu Takhta Mataram

News | Minggu, 02 November 2025 | 18:45 WIB

Nikahan Massal Anak Daro di Jakarta Coffee Week 2025: Saat Kopi, Budaya, dan Kolaborasi Menyatu

Nikahan Massal Anak Daro di Jakarta Coffee Week 2025: Saat Kopi, Budaya, dan Kolaborasi Menyatu

Lifestyle | Minggu, 02 November 2025 | 12:11 WIB

Efisiensi Tanpa Overthinking: Menata Ulang Budaya Kerja Lembaga Mahasiswa

Efisiensi Tanpa Overthinking: Menata Ulang Budaya Kerja Lembaga Mahasiswa

Your Say | Sabtu, 01 November 2025 | 17:43 WIB

Maluku Harmoni Alam, Laut, dan Budaya yang Memikat Dunia

Maluku Harmoni Alam, Laut, dan Budaya yang Memikat Dunia

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 18:52 WIB

Ketika Warung Pecel Lele Bertemu Streetwear: Cara Jakarta Merayakan Budayanya Sendiri

Ketika Warung Pecel Lele Bertemu Streetwear: Cara Jakarta Merayakan Budayanya Sendiri

Lifestyle | Rabu, 29 Oktober 2025 | 06:05 WIB

Tari Kolosal Jaipong Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Ciamis

Tari Kolosal Jaipong Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Ciamis

Foto | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:08 WIB

Terkini

Ada Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Dasco Minta Komisi XIII Turun Tangan

Ada Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Dasco Minta Komisi XIII Turun Tangan

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:35 WIB

5 Sepatu Lari Lokal yang Cocok untuk Jalan-jalan Casual dan Kerja, Nyaman Dipakai Lama

5 Sepatu Lari Lokal yang Cocok untuk Jalan-jalan Casual dan Kerja, Nyaman Dipakai Lama

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 13:35 WIB

Geger! Warga Metro Temukan Benda Diduga Janin Terkubur di Lahan Kosong

Geger! Warga Metro Temukan Benda Diduga Janin Terkubur di Lahan Kosong

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 13:30 WIB

Nana Tanggapi Kritik Terkait Bibir di Drama The Scandal: Itu Kesalahan Saya

Nana Tanggapi Kritik Terkait Bibir di Drama The Scandal: Itu Kesalahan Saya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 13:30 WIB

Sekolah Negeri Didemo Orangtua Murid, Kepala Sekolah Diciduk Polisi Usai Lecehkan Banyak Siswi SMP

Sekolah Negeri Didemo Orangtua Murid, Kepala Sekolah Diciduk Polisi Usai Lecehkan Banyak Siswi SMP

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:27 WIB

Ombudsman Ungkap Kluster Mewah di Lapas II Cibinong Dikomersilkan, Keluarga Napi Juga Kena Pungli

Ombudsman Ungkap Kluster Mewah di Lapas II Cibinong Dikomersilkan, Keluarga Napi Juga Kena Pungli

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:24 WIB

8 Rekomendasi Jam Tangan G-Shock Pria Terbaik untuk Outdoor dan Tahan Banting

8 Rekomendasi Jam Tangan G-Shock Pria Terbaik untuk Outdoor dan Tahan Banting

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 13:23 WIB

7 Game Seru untuk Dimainkan Saat Kumpul Bareng Keluarga, Bikin Suasana Makin Ramai

7 Game Seru untuk Dimainkan Saat Kumpul Bareng Keluarga, Bikin Suasana Makin Ramai

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 13:21 WIB

Pestapora 2026 Siapkan Kejutan Besar: Syahrini Comeback, Fourtwnty Tampil Lagi

Pestapora 2026 Siapkan Kejutan Besar: Syahrini Comeback, Fourtwnty Tampil Lagi

Entertainment | Kamis, 24 September 2026 | 13:20 WIB

Sinopsis As Promised, Dracin Terbaru Zhao Yi Qin dan He Lan Dou di WeTV

Sinopsis As Promised, Dracin Terbaru Zhao Yi Qin dan He Lan Dou di WeTV

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 13:20 WIB

×