World Cities Day: Membangun Kota yang Bernapas Lewat Ruang Hijau dan Alam

Dinda Rachmawati

Senin, 10 November 2025 | 21:16 WIB
World Cities Day: Membangun Kota yang Bernapas Lewat Ruang Hijau dan Alam
World Cities Day: Membangun Kota yang Bernapas Lewat Ruang Hijau dan Alam
baca 10 detik
  • World Cities Day menyoroti pentingnya pembangunan kota berkelanjutan yang selaras dengan alam.
  • PIK2 menerapkan konsep ruang hijau dan sistem ekologis agar kota tetap “bernapas.”
  • PIK2 menegaskan kota yang baik adalah kota yang ramah bagi manusia dan alam.

Suara.com - Setiap 31 Oktober, dunia memperingati World Cities Day sebagai momen refleksi tentang bagaimana kota berkembang dan bagaimana seharusnya ia dirancang untuk masa depan. 

Tema yang diusung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Better City, Better Life, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam

Di tengah laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat, kota tidak hanya dituntut menjadi pusat ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, ruang hijau memiliki peran penting. Vegetasi, taman kota, dan ruang terbuka bukan hanya elemen estetika, tetapi bagian dari sistem ekologis yang membantu kota bertahan. 

Ruang hijau berfungsi sebagai penyaring udara, pengatur suhu, pengendali banjir, serta tempat warga bersosialisasi dan berinteraksi dengan alam. 

Keberadaan ruang seperti ini menjadi indikator kualitas hidup suatu kota, semakin luas dan terawat ruang hijaunya, semakin tinggi tingkat kenyamanan warganya.

Kesadaran akan pentingnya keseimbangan ekologis mulai tampak dalam beberapa pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia, salah satunya di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), Jakarta Utara. 

Kawasan ini dirancang dengan pendekatan green and sustainable development yang menekankan keterhubungan antara infrastruktur dan lingkungan. 

Di jalur hijau Greenbelt Boulevard, misalnya, pohon trembesi dan palem ditanam berderet untuk membentuk koridor hijau yang menjadi paru-paru kawasan.

baca juga

“Happy World City Days today, toward a sustainable urban future. Maju terus PIK2,” ujar Ade Yusuf, Landscape Management Director Agung Sedayu Group, dalam peringatan Hari Kota Sedunia di kawasan tersebut. 

Menurutnya, pembangunan kota yang baik bukan hanya tentang estetika, melainkan juga bagaimana tanah, air, dan udara dapat terus mendukung kehidupan di dalamnya.

Beberapa area di PIK2, seperti La Riviera, Land’s End, dan Aloha PIK2, dirancang untuk memadukan fungsi ruang publik dengan elemen alami. 

La Riviera mengadaptasi sistem air terbuka yang membantu menjaga keseimbangan hidrologi kawasan, sementara Land’s End dan Aloha membuka kembali akses warga terhadap ruang laut yang selama ini sering tertutup oleh beton dan bangunan privat.

“Semoga setiap sudut PIK2 jadi ruang bagi kebersamaan dan harapan baru. Selamat Hari Kota Sedunia,” tutur Miranda D.W.K, Advertising Promotion Director Agung Sedayu Group.

Keseimbangan antara ruang hidup dan ruang hijau juga diterapkan di kawasan komersialnya. Jalur pejalan kaki dan pesepeda di CBD Beachwalk disusun sejajar dengan kendaraan bermotor, memberi ruang mobilitas yang inklusif. 

Di Indonesia Design District (IDD), karya arsitektur dan desain lokal mendapat tempat berdampingan dengan merek internasional, sedangkan di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), ruang pertemuan modern dirancang tetap berdampingan dengan lanskap hijau. 

“Better city, better life at PIK2,” ujar Lucia Aditjakra, Sales & Marketing Director PIK2, menegaskan semangat yang sejalan dengan tema global World Cities Day.

Dari sisi perencanaan, PIK2 juga mencoba menjawab tantangan ekologis kawasan pesisir Jakarta. Dari lahan reklamasi yang dulunya kering, kini dikembangkan sistem drainase terpadu, danau buatan, serta taman tematik yang berfungsi ekologis sekaligus rekreatif. 

Upaya ini menjadi bagian dari konsep sustainable urban living yang menempatkan alam sebagai mitra dalam pembangunan, bukan sekadar latar belakang.

“PIK2 bukan hanya kota untuk ditinggali, tapi juga untuk dicintai,” ujar Ade Yusuf menutup peringatan. 

Ucapan itu merefleksikan pesan penting World Cities Day, bahwa masa depan kota yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika manusia mau hidup berdampingan dengan alam, memberi ruang bagi pohon untuk tumbuh, air untuk mengalir, dan udara untuk terus berputar bebas di antara bangunan-bangunan yang kita ciptakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Health | Sabtu, 08 November 2025 | 01:05 WIB

Capek Macet? Kenalan Sama Konsep 'Kota 10 Menit' yang Bikin Hidup Lebih Ringan

Capek Macet? Kenalan Sama Konsep 'Kota 10 Menit' yang Bikin Hidup Lebih Ringan

Lifestyle | Jum'at, 07 November 2025 | 14:25 WIB

Apa Beda Gelar Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara? Ini Penjelasannya

Apa Beda Gelar Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 07 November 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan

Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 23:11 WIB

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:05 WIB

4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi

4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:10 WIB

4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari

4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:05 WIB

7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen

7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:49 WIB

Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?

Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:35 WIB

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:12 WIB

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:10 WIB

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:02 WIB

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:55 WIB

×