Apa Itu Mimetic Violence? Istilah Baru dari Kasus Ledakan SMAN 72 yang Sangat Berbahaya

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 12 November 2025 | 21:38 WIB
Apa Itu Mimetic Violence? Istilah Baru dari Kasus Ledakan SMAN 72 yang Sangat Berbahaya
Apa Itu Mimetic Violence (Unsplash)

Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap aksi peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara termasuk jenis Mimetic Violence. Hal tersebut pertama kali disampaikan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana.

Dalam keterangannya, Mayndra turut menguak enam nama tokoh serta ideologi yang ditulis oleh pelaku (siswa F) di permukaan airsoft gun. Adapun keenam tokoh itu antara lain:

1. Alexandre Bissonnete, pelaku penembakan di Quebec City pada 29 Januari 2017.

2. Luca Traini, pelaku penembakan enam migran asal Afrika di Kota Macerata pada Februari 2018.

3. Brenton Harrison Tarrant, pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret 2019.

4. Eric Harris, pelaku penembakan di SMA Columbine.

5. Dylan Klebold, pelaku penembakan di SMA Columbine.

6. Dylann Roof, pelaku penembakan di salah satu gereja di Amerika Serikat.

Masih menurut Mayndra, pelaku memperkenalkan figur-figur tersebut setelah tergabung dalam sebuah komunitas ekstrem yang diikutinya. Tak hanya itu, ia juga kerap mengunjungi situs-situs gelap yang berisi foto dan video kematian tragis hingga kecelakaan.

baca juga

Meski demikian, Mayndra mengaskan, bahwa pelaku yang berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut tidak terlibat dalam jaringan teroris mana pun. Aksi nekat yang dilakukannya murni dari tindakan 'copycat' atau peniruan yang digagas dari inspirasi kekerasan.

Istilah baru dalam kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara itu lantas menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Mengingat, pelaku yang masih anak-anak bisa terpengaruh setelah melihat kekerasan di dunia digital.

Lantas, apa itu Mimetic Violence? Temuan baru yang jadi perbincangan dalam kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Pusat.

Apa Itu Mimetic Violence?

Dalam Encyclopedia of Philosophy, mimetic violence atau kekerasan mimetik adalah sebuah teori yang pertama kali dikembangkan oleh filsuf asal Prancis, René Girard. Girard menyatakan jika hasrat manusia untuk bertindak, termasuk kekerasan, tidak secara alami lahir dari diri sendiri, namun hasil dari proses imitasi pada orang lain.

Jadi sederhananya, seseorang tidak hanya akan meniru tindakan, tapi juga dapat meniru niat serta dorongan emosional di balik tindakan yang dilakukan orang lain. Kemudian, konflik dapat berkembang menjadi kekerasan massal apabila dorongan emosional itu tak terkendali.

Sementara, dalam teori yang digagas oleh ilmuwan biologi Inggris, Richard Dawkins. Istilah 'meme' untuk menyebut mimetic violence dalam buku The Selfish Gene, berasal dari bahasa Yunani mimesis (meniru). Dalam teori tersebut, 'meme' didefinisikan seperti gen di dalam biologi sebagai unit yang direplikasi, dan mengalami perkembangan terutama di era digital.

Sementara, jika meninjau kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana pelaku dapat terdorong untuk melakukan tindakan berbahaya usai terpapar berbagai konten kekerasan ekstrem yang dilihat di media sosial.

Status Hukum Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telag menetapkan siswa berinisal MNFH alias F, pelaku tunggal ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Status pelaku ini ditetapkan usai penyidik menemukan adanya dugaan tindakan yang melanggar norma hukum dalam peristiwa ledakan yang terjadi ketika sholat Jumat, 7 November 2025.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, menyampaikan, pelaku F dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain Pasal 80 ayat (2) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 355 KUHP, dan/atau Pasal 187 KUHP, serta Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Nantinya, proses hukum akan tetap mengutamakan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Hal ini dilakukan mengingat pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Sekian informasi seputar apa itu Mimetic Violence. Di mana istilah ini digunakan dalam kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat, 7 November 2025 lalu.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Ledakan SMAN 72 Tinggal Hanya dengan Ayah, Ibu Bekerja di Luar Negeri, Kesepian Jadi Pemicu?

Pelaku Ledakan SMAN 72 Tinggal Hanya dengan Ayah, Ibu Bekerja di Luar Negeri, Kesepian Jadi Pemicu?

News | Rabu, 12 November 2025 | 17:06 WIB

Terkuak! Siswa SMAN 72 Jakarta Siapkan 7 Peledak, Termasuk Bom Sumbu Berwadah Kaleng Coca-Cola

Terkuak! Siswa SMAN 72 Jakarta Siapkan 7 Peledak, Termasuk Bom Sumbu Berwadah Kaleng Coca-Cola

News | Selasa, 11 November 2025 | 23:03 WIB

Bukan Terorisme Jaringan, Bom SMAN 72 Ternyata Aksi 'Memetic Violence' Terinspirasi Dunia Maya

Bukan Terorisme Jaringan, Bom SMAN 72 Ternyata Aksi 'Memetic Violence' Terinspirasi Dunia Maya

News | Selasa, 11 November 2025 | 22:45 WIB

Terkini

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:13 WIB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:12 WIB

Timnas Singapura vs Malaysia Jadi Sorotan, Muncul Klaim soal Dugaan Main Mata

Timnas Singapura vs Malaysia Jadi Sorotan, Muncul Klaim soal Dugaan Main Mata

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:11 WIB

Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta

Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 11:06 WIB

Sering Sayang Hapus Screenshot dan Chat Lama? Kenali Bahaya Digital Hoarding bagi Mentalmu

Sering Sayang Hapus Screenshot dan Chat Lama? Kenali Bahaya Digital Hoarding bagi Mentalmu

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:02 WIB

Cara Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Imbang Lawan Malaysia

Cara Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Imbang Lawan Malaysia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:00 WIB

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 10:51 WIB

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:50 WIB

×