Berawal dari Garasi dan 2 Meja Jati, Ini Kisah Angga Sasongko Bangun Visinema Selama 17 Tahun

Minggu, 30 November 2025 | 17:25 WIB
Berawal dari Garasi dan 2 Meja Jati, Ini Kisah Angga Sasongko Bangun Visinema Selama 17 Tahun
Angga Dwimas Sasongko [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Visinema didirikan Angga Dwimas Sasongko tahun 2008 dari garasi sederhana, kini berambisi menjadi "mercusuar" industri film regional.
  • Fokus utama Visinema adalah pengembangan sumber daya manusia (talent), bukan semata-mata hasil film box office.
  • Tantangan awal terberat adalah membangun kepercayaan, bukan sekadar mencari modal, melalui kesabaran dan konsistensi.

Suara.com - Di balik kemegahan nama Visinema yang sudah bertahan 17 tahun, tersimpan cerita tentang perjuangan Angga Dwimas Sasongko membangun perusahaannya ini dari sebuah garasi sederhana di tahun 2008.

Kala itu, Angga Dwimas Sasongko mengatakan dirinya hanya mempunyai 2 meja jati, yang sekarang meja jati itu disulap menjadi pintu masuk kantor Visinema.

Saat itu, Angga Dwimas Sasongko memulai segalanya dengan impian yang membumi, yakni sekadar bisa membayar kos dan membelikan rumah untuk orang tua. 

Namun, dalam acara JAFF Market di Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025), Angga tidak lagi berbicara tentang bertahan hidup. 

Ia berbicara tentang warisan, sistem, dan ambisi besar menjadikan Visinema sebagai "mercusuar" Indonesia di kancah regional.

Baginya, melepaskan ketergantungan perusahaan pada sosok dirinya adalah tantangan terberat. Namun, itulah yang justru menjadi obsesi Angga Dwimas Sasongko sekarang.

Angga Dwimas Sasongko di JAFF Market 2025 (suara.com/shevinna)
Angga Dwimas Sasongko di JAFF Market 2025 (suara.com/shevinna)

Ia menegaskan bahwa produk utama Visinema bukanlah deretan film box office, melainkan talent atau sumber daya manusianya.

"Bagi saya, Visinema itu produknya bukan filmnya, tapi talent-talent-nya," ujar Angga.

Ia ingin para sineas di bawah naungan Visinema memiliki suara mereka sendiri, mampu melahirkan karya besar tanpa harus ada embel-embel nama Angga Dwimas Sasongko di poster. 

Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil Keluarga Murah Bermesin Diesel, Mulai Rp40 Jutaan!

"Karena, saya ingin Visinema masih bisa jalan sampai nantinya gak ada Angga lagi," tegasnya.

Sebagai CEO, Angga telah bertransformasi dari seorang sutradara yang mengurusi segala hal sampai menjadi pemimpin yang membangun sistem. 

CEO Visinema ini mengaku kini tak lagi membaca setiap naskah film yang diproduksi perusahaannya. 

Film-film seperti Na Willa hingga Suka Duka Tawa digarap sepenuhnya oleh tim tanpa campur tangan kreatifnya secara mikro. 

Naskah yang ia baca hanyalah proyek yang memang ia sutradarai sendiri, seperti Ratu Malaka.

Alih-alih mengoreksi dialog, Angga memutar otak untuk solusi produksi film-film Visinema.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI