Jawa Timur Bentuk Tahura Lawu, Bisakah Atasi Krisis Lingkungan?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 Desember 2025 | 19:01 WIB
Jawa Timur Bentuk Tahura Lawu, Bisakah Atasi Krisis Lingkungan?
Gunung Lawu (Wikimedia Commons/Risanprasetyo)
baca 10 detik
    • Gunung Lawu dijadikan Tahura lindungi warga dan keanekaragaman hayati.
    • Hutan lindung dan produksi seluas 10.244 hektare untuk konservasi.
    • Masyarakat lokal dilibatkan, ekonomi dan pelestarian alam berjalan seiring.

Suara.com - Krisis lingkungan yang semakin sering melanda Indonesia terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, mendorong Pemprov Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk merancang perubahan fungsi kawasan hutan di lereng timur Gunung Lawu menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Lawu. 

Kawasan tersebut diusulkan akan memakai kurang lebih 10.244 hutan lindung dan hutan produksi yang selama ini menjadi benteng ekologis di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Langkah tersebut menegaskan posisi Jawa Timur dalam mendorong model pengelolaan hutan berbasis sains dan konservasi terintegrasi, menyusul keberhasilan penetapan Tahura KGPAA Mangkunagoro I di wilayah Jawa Tengah dua dekade lalu.

Peneliti senior konservasi keanekaragaman hayati BRIN, Prof. Hendra Gunawan, menegaskan bahwa penguatan perlindungan Gunung Lawu bukan lagi sekadar urusan konservasi, tetapi menyangkut keselamatan jutaan penduduk setempat.

Kebakaran hutan di Gunung Lawu saat dipantau dari kawasan wisata Tirto Gumarang Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Selasa 17 Oktober 2023. [beritajatim.com]
Kebakaran hutan di Gunung Lawu saat dipantau dari kawasan wisata Tirto Gumarang Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Selasa 17 Oktober 2023. [beritajatim.com]

“Gunung Lawu bukan sekadar bentang alam yang indah. Ia adalah penyangga kehidupan jutaan warga Jawa Timur dan Jawa Tengah. Menetapkannya sebagai Tahura adalah langkah strategis untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat mitigasi bencana,” ujar Hendra.

Memang, Gunung Lawu ini merupakan salah satu kantong biodiversitas paling penting di Pulau Jawa. Lawu masih menyimpan satwa ikonik yang keberadaannya sangat terancam seperti Macan Tutul Jawa, Lutung Jawa, dan Elang Jawa, serta flora yang hanya tumbuh di zona ketinggian tertentu seperti Pohon Sarangan.

Selain itu, Lawu juga berperan sebagai penyimpanan air bagi Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo—yang memasok kebutuhan pertanian, industri, hingga air bersih di wilayah Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban hingga Gresik. 

BRIN menilai jika langkah penguatan status konservasi Lawu akan berpotensi positif dalam menciptakan manfaat ekonomi baru regional. Ekowisata berbasis pengetahuan, wisata budaya, hingga rute spiritual yang selama ini menjadi tradisi masyarakat lokal dapat berkembang lebih terarah dan berkelanjutan. Nilai budaya masyarakat lereng Lawu juga dinilai akan menjadi modal sosial yang tidak dimiliki banyak kawasan konservasi lain di Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Prof. Hendra juga ingin agar masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pengelolaan Tahura. Menurutnya, keberhasilan konservasi ini pastinya hanya dapat tercapai jika masyarakat setempat memiliki ruang untuk berperan lebih dan mendapatkan manfaat yang adil dari pelestarian kawasan tersebut.

baca juga

“Ini adalah bukti bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian alam dapat berjalan seiring. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menunjukkan kepemimpinan pembangunan hijau yang nyata,” ujarnya. 

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Krisis Lingkungan, Menag Nasaruddin Dorong Ekoteologi Lintas Agama

Soal Krisis Lingkungan, Menag Nasaruddin Dorong Ekoteologi Lintas Agama

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 14:43 WIB

ESDM Tegaskan Gunung Lawu Telah Dicoret dari Wilayah Kerja Panas Bumi

ESDM Tegaskan Gunung Lawu Telah Dicoret dari Wilayah Kerja Panas Bumi

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 13:51 WIB

Pemerintah Tegaskan: Gunung Lawu Tak Masuk Area Kerja Panas Bumi

Pemerintah Tegaskan: Gunung Lawu Tak Masuk Area Kerja Panas Bumi

Bisnis | Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:33 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×