Sejarah Hari Ibu 22 Desember: Perjuangan Sejak 1928, Kini Keluar Jalur

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 18 Desember 2025 | 18:10 WIB
Sejarah Hari Ibu 22 Desember: Perjuangan Sejak 1928, Kini Keluar Jalur
Hari Ibu. - Sejarah Hari Ibu 22 Desember: Perjuangan Sejak 1928, Kini Keluar Jalur
Baca 10 detik
  • Hari Ibu 22 Desember berakar dari Kongres Perempuan Indonesia I 1928, sebuah gerakan perjuangan politik.
  • Maknanya adalah mengenang perjuangan kolektif perempuan, berbeda dari Mother's Day yang bersifat personal dan domestik.
  • Rayakan Hari Ibu kekinian dirasa mulai keluar jalur dari sejak pertama kali ditetapkan.

Dimana berfokus pada penghargaan personal terhadap ibu dalam lingkup keluarga. Penting untuk memahami perbedaan fundamental antara keduanya.

1. Akar Sejarah

  • Hari Ibu (22 Desember): Lahir dari gerakan politik dan sosial untuk kemerdekaan dan kesetaraan hak perempuan di ranah publik.
  • Mother's Day (Barat): Berakar dari gerakan individu (seperti Anna Jarvis di AS) yang ingin menghormati pengorbanan ibu dalam konteks keluarga dan domestik.

2. Fokus Perayaan

  • Hari Ibu (22 Desember): Mengenang semangat kolektif, refleksi atas isu-isu perempuan, dan merayakan kontribusi perempuan bagi bangsa.
  • Mother's Day (Barat): Apresiasi personal, pemberian hadiah, dan seringkali bersifat komersial.

Faktanya, perayaan Hari Ibu pada era 1950-an sangat berbeda. Peringatan diisi dengan pawai, rapat umum, hingga mengeluarkan resolusi yang menuntut pemerintah mengendalikan harga bahan pokok untuk kesejahteraan rakyat.

Ini menunjukkan betapa eratnya Hari Ibu dengan perjuangan sosial dan politik.

Merawat Kembali Api Perjuangan di Era Modern

Lalu, bagaimana seharusnya kita merayakan Hari Ibu agar tidak tercerabut dari akarnya? Mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah kepada ibu tentu adalah hal yang baik.

Namun, kita bisa melangkah lebih jauh untuk menghormati warisan para pejuang perempuan. Mari rayakan Hari Ibu dengan cara yang lebih bermakna:

1. Edukasi Sejarah

Ajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk mempelajari kembali sejarah hari ibu 22 Desember. Ceritakan tentang Kongres Perempuan Indonesia dan tokoh-tokohnya.

Baca Juga: Momen Langka di Hari Ibu PDIP: Megawati Bernyanyi, Donasi Bencana Terkumpul Rp 3,2 Miliar

2. Dukung Gerakan Perempuan

Berikan dukungan, baik moril maupun materil, kepada organisasi-organisasi yang hari ini masih melanjutkan perjuangan untuk kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan pemenuhan hak-hak anak.

3. Buka Ruang Diskusi

Jadikan momen Hari Ibu untuk berdiskusi tentang isu-isu relevan saat ini. Mulai dari pentingnya pendidikan bagi anak perempuan, tantangan perempuan di dunia kerja, hingga peran perempuan dalam kepemimpinan.

4. Menjadi Teladan

Lanjutkan semangat para pendahulu dengan menjadi pribadi yang peduli terhadap isu sosial dan berani menyuarakan kebenaran, demi menciptakan Indonesia yang lebih adil bagi semua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI