Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Mengganti Utang Puasa Ramadan? Simak Hukum Lengkapnya

Senin, 22 Desember 2025 | 18:53 WIB
Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Mengganti Utang Puasa Ramadan? Simak Hukum Lengkapnya
ilustrasi puasa Rajab dan puasa mengganti puasa Ramadhan.
Baca 10 detik
  • Mayoritas ulama memperbolehkan gabung niat puasa Rajab dengan qadha Ramadan.

  • Mengganti utang puasa Ramadan di bulan Rajab bisa raih dua pahala.

  • Memisahkan puasa wajib dan sunnah tetap lebih utama jika waktu tersedia.

Suara.com - Di bulan Rajab ini, umat Muslim biasanya memanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya puasa sunnah.

Namun, banyak orang mungkin dilema ingin menjalankan puasa Rajab sekaligus membayar utang puasa Ramadhan.

Karena itu, banyak orang mungkin bertanya-tanya hukum menggabungkan puasa Rajab sekaligus membayar utang puasa Ramadhan.

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Rajab dan Mengganti Utang Puasa Ramadan

Secara umum, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai praktik ini.

1. Pendapat ulama yang Memperbolehkan

Ilustrasi puasa. [Dok. ChatGPT]
Ilustrasi puasa. [Dok. ChatGPT]

Mayoritas ulama dari kalangan Syafi'iyah, termasuk Imam As-Suyuti dan Imam Ar-Ramli berpendapat bahwa menggabungkan niat puasa wajib atau Qadha dengan puasa Rajab itu boleh atau sah.

Bahkan menurut Imam As-Suyuti, orang yang melakukan puasa Qadha di hari-hari istimewa seperti bulan Rajab, hari Arafah, atau Asyura secara otomatis akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala wajib karena melunasi utang dan pahala sunnah karena bertepatan dengan waktu yang mulia.

2. Pendapat yang Menyebut Hanya Sah Puasa Wajibnya

Di sisi lain, beberapa ulama seperti Syaikh bin Baz berpendapat bahwa niat wajib dan sunnah tidak bisa dicampur.

Baca Juga: Rekomendasi Motor Matik Bekas Tahun Muda yang Tetap Bisa Dipakai Gaya

Jika digabungkan, maka yang dianggap sah hanya puasa Qadha-nya saja, sementara pahala sunnahnya tidak dapat.

Mana yang Lebih Utama: Dipisah atau Digabung?

Meski diperbolehkan menggabungkan niat puasa Rajab dan Qadha Ramadhan, para ulama sepakat bahwa memisahkan keduanya tetap lebih utama.

Jika Anda memiliki waktu dan fisik yang kuat, akan lebih afdol jika puasa Qadha dilakukan di hari tersendiri dan puasa sunnah Rajab di hari yang lain.

Jika waktu sudah mepet menuju Ramadan berikutnya dan baru sempat membayar utang puasa di bulan Rajab atau Sya'ban, maka menggabungkan keduanya adalah solusi yang sangat baik agar kewajiban gugur dan keutamaan waktu tetap didapat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI