- Mandi junub wajib dilakukan untuk bersuci dari hadas besar sebelum beribadah.
- Rukun utamanya adalah niat dan meratakan air ke seluruh anggota tubuh.
- Tata cara sunnah meliputi mencuci tangan, berwudhu, hingga menyela pangkal rambut.
Suara.com - Mandi junub wajib dilakukan umat Muslim untuk bersuci dari hadast besar, seperti setelah mimpi basah, selesai haid, setelah berhubungan suami istri atau selesai nifas.
Umat Muslim harus melakukan mandi junub untuk menjaga kesuciannya sebagai syarat utama sebelum melaksanakan ibadah seperti shalat, tawaf, hingga menyentuh mushaf Al-Qur'an.
Secara prinsip, mandi junub pria dan wanita sama tapi ada perbedaan khusus pada tata cara menyela pangkal rambut.
Supaya tak keliru, maka Anda perlu memperhatikan langkah-langkah mandi junub yang benar pada pria.
Rukun Mandi Junub
Sebelum masuk ke langkah teknis, Anda perlu tahu bahwa ada dua hal wajib (rukun) yang menentukan sah atau tidaknya mandi junub seorang pria
- Niat: Dilakukan saat air pertama kali menyentuh kulit.
- Meratakan air ke seluruh tubuh: Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki tanpa terkecuali.

Bacaan Niat Mandi Junub
Niat dilakukan di dalam hati. Namun, Anda juga bisa melafalkannya seperti berikut ini:
“Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal jinâbati fardhan lillâhi ta'ala.”
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Junub Pria
Agar mendapatkan pahala sempurna, ikuti langkah-langkah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam mandi junub berikut ini:
Baca Juga: 6 Shio Paling Hoki di 9 Januari 2026, Cek Keberuntunganmu!
1. Membaca Basmalah dan Niat
Mulailah dengan membaca "Bismillah" dan barengi dengan niat di dalam hati saat air pertama kali membasahi tubuh.
2. Mencuci Tangan
Basuh kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak 3 kali agar bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lain.
3. Membersihkan Najis dan Kemaluan
Bersihkan bagian kemaluan dan area sekitarnya dari sisa kotoran atau mani menggunakan tangan kiri.