- Lupa jumlah utang puasa Ramadan kerap dialami umat Muslim karena berbagai uzur yang dibenarkan syariat.
- Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran terkait sah atau tidaknya ibadah.
- Penting memahami panduan ustaz agar cara membayar utang puasa dilakukan dengan benar dan tenang.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan
Puasa qadha wajib dilakukan sebanyak hari yang ditinggalkan karena uzur syar'i seperti sakit, haid, atau bepergian jauh agar kewajiban puasa tetap terpenuhi menurut syariat Islam.
Sama seperti puasa lainnya, qadha puasa Ramadan juga harus diawali dengan niat. Lafaz niat puasa qadha yang umum digunakan dalam bentuk Arab Latin adalah sebagai berikut:
"Nawaitu shauma ghadin an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
Niat puasa qadha sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh), sama seperti niat pada puasa wajib lainnya.
Jika niat tidak dipasang sebelum fajar, puasanya tidak dianggap sah dan harus diulang di hari lain.
Dengan memahami dan melaksanakan niat puasa qadha secara tepat, umat Muslim menunaikan kewajiban agama sekaligus menjaga pahala ibadah yang tertunda.
Selain membaca niat sebelum subuh, puasa qadha harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan lain-lain dari terbit fajar hingga Maghrib.
Puasa ini dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah sepanjang waktu yang diperbolehkan hingga sebelum Ramadan berikutnya.
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadan: Arab, Latin, dan Waktu Tepat Pengucapannya