- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan alokasi beasiswa LPDP untuk STEM.
- Presiden Prabowo meminta beasiswa LPDP untuk STEM mencapai 80 persen mulai tahun 2026.
- Kebijakan baru ini menuai kritik kekhawatiran pengabaian bidang sosial budaya meskipun didukung untuk penguatan iptek nasional.
Suara.com - Belakangan muncul isu 80 persen alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dialokasikan untuk bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)?
Klaim beasiswa LPDP 80 persen ke STEM pun menjadi sorotan setelah pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Lantas, benarkah beasiswa LPDP 80 persen ke STEM?
Untuk memahami konteksnya, mari kita lihat sejarah singkat LPDP. Didirikan pada 2012, LPDP bertujuan untuk membiayai pendidikan tinggi guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Awalnya, beasiswa ini terbuka untuk berbagai bidang studi, termasuk ilmu sosial, humaniora, dan saintek.
Namun, seiring perkembangan, pemerintah semakin menekankan pada penguatan sektor teknologi dan sains untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju.
Pada tahun-tahun sebelumnya, alokasi untuk STEM memang sudah signifikan, tetapi tidak mencapai angka 80 persen.
Misalnya, pada 2024 dan 2025, proporsi untuk STEM diperkirakan sekitar 50-60 persen, dengan sisanya untuk bidang lain seperti ekonomi, hukum, dan seni.
Klaim tentang 80 persen ini muncul secara resmi pada Januari 2026. Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, menginstruksikan agar alokasi beasiswa LPDP untuk bidang STEM ditingkatkan hingga mencapai atau bahkan melebihi 80 persen.
Baca Juga: Apa Saja 9 Beasiswa Bundling LPDP 2026? Ini Keistimewaannya
Instruksi ini disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Menurut Prasetyo, Presiden berharap porsi ini bisa di atas 80 persen, karena Indonesia perlu mengejar ketertinggalan di bidang iptek global.
Benarkah ini sudah menjadi kebijakan resmi? Jawabannya, ya, instruksi ini telah diberikan dan akan diterapkan mulai tahun 2026.
LPDP sendiri merencanakan penambahan kuota beasiswa pada 2026, dengan total sekitar 5.750 kuota, di mana sebagian besar difokuskan pada STEM dan program dokter spesialis.
Dari kuota tersebut, 1.000 untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 untuk S2 dan S3, serta 750 untuk dokter spesialis.
Fokus pada STEM ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun SDM yang kompetitif di era digital dan industri 4.0.