- Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum Merdeka membahas perundungan melalui analisis kisah Quaden Bayles
- Dalam halaman 137, siswa diajak menjawab soal untuk menemukan fakta dan opini dari cerita keluarga Bayles.
- Berikut ini kunci jawaban dari soal halaman 137-138 dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas 12 SMA/SMK.
Suara.com - Isu perundungan atau bullying masih menjadi perhatian serius di dunia pendidikan Indonesia. Maka dari itu dalam Bab 4 buku "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia" kelas 12 SMA/SMK Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan khusus soal perundungan (bullying).
Kisah Quaden Bayles (anak asal Australia) di halaman 134 menjadi teks yang dianalisis. Nah, artikel ini akan membahas kunci jawaban Bahasa Indonesia untuk membantu proses belajar siswa kelas 12 berdasarkan cerita keluarga Bayles
Pada halaman 137 di buku karya Bambang Trimansyah (2022) ini, siswa diminta untuk menganalisis cerita Quaden Bayles yang punya kondisi akondroplasia (kekerdilan).
Pembahasan ini bertujuan agar siswa mampu memahami isi teks secara mendalam dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Berikut adalah rincian soal dan kunci jawaban pada bagian "Ayo Berlatih" halaman 137-138 yang tetap mengacu pada teks sumber asli tanpa perubahan.
Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137-138
Soal 1
a. Apa fakta yang disampaikan Yarakka Bayles tentang anaknya di dalam unggahan video?
Jawaban:
- anaknya sering mengungkapkan keinginanya untuk bunuh diri
- anaknya sering mendapatkan perundungan (bullying) dari teman-temannya di sekolah
- Yarraka Bayles juga menyampaikan fakta bahwa video yang menampilkan anaknya di bully oleh netizen secara verbal
b. Beberapa orang berasumsi melalui komentar atas unggahan video Yarakka Bayles. Asumsi yang keliru itu dibantah oleh Yarakka Bayles. Apakah asumsi itu?
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 101-102: Soal Pronomina-Kalimat Persuasif
Jawaban:
- Orang-orang dengan mengatakan “Jelek sekali anak itu.” Kemudian komentar cemooh lain seperti, “Lihat si cebol itu.”, “Itu anak korban obat-obatan.”
- Ada seseorang yang tega mengatakan, “Itulah yang terjadi jika Anda mengonsumsi obat-obatan (psikotropika) saat hamil”.
- Komentar tersebut tidak layak disampaikan karena bagian dari perundungan siber (cyberbullying) secara verbal. Sebagai orang tua, Yarakka Bayles tidak menerima anaknya yang mengalami dwarfisme diperlakukan seperti itu. Yarakka justru membuat dan membagikan video tersebut sebagai wujud rasa bangganya atas pencapaian sang anak setelah diterapi di rumah sakit di Brisbane, Australia.
c. Yarakka Bayles memberikan pendapat/opininya tentang perundungan. Apakah opini yang disampaikan Yarakka Bayles itu?
Jawaban:
- Menurut Yaraka, apa yang menimpa anaknya sungguh berlebihan.
- Dalam teks, Yaraka berkata "Tidak ada seorang pun yang ingin mendengar hal buruk tentang anak mereka atau ketika mereka mengalami perundungan."
- Yarakka mengimbau kepada para orang tua agar bisa mendidik anak-anaknya agar tidak melakukan perisakan perundungan.
Soal 2
Carilah sebuah informasi tentang perundungan siber. Ungkapkanlah beberapa fakta tentang perundungan siber tersebut dengan bahasa kalian sendiri dalam 1–2 paragraf.
Jawaban: