Suara.com - Puasa Syaban merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dilakukan pada bulan Syaban, yaitu bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, yang posisinya tepat sebelum datangnya bulan Ramadan. Tak heran jika banyak umat Islam mulai bertanya-tanya, puasa Syaban berapa hari sebaiknya dilakukan, serta apa saja keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Puasa Syaban adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Syaban. Hukumnya tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena memiliki nilai keutamaan yang besar. Dalam buku Cerdas Intelektual dan Spiritual dengan Mukjizat Puasa karya Yazid al-Busthomi dijelaskan bahwa puasa Syaban termasuk amalan sunnah paling utama menjelang Ramadan.
Secara praktik, puasa Syaban tidak memiliki aturan baku mengenai jumlah hari. Umat Islam diberi kebebasan untuk melaksanakannya kapan saja sepanjang bulan Syaban, sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Puasa Syaban
Pertanyaan mengenai berapa hari puasa Syaban sering muncul karena adanya beberapa riwayat hadis yang tampak berbeda. Namun perbedaan tersebut justru menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.
Dalam riwayat dari Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berpuasa di bulan Syaban. Ia berkata:
“Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada suatu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban, namun tetap menyisakan beberapa hari untuk tidak berpuasa. Hal ini menegaskan bahwa puasa Syaban bisa dilakukan sebanyak mungkin, tetapi tidak harus penuh satu bulan.
Baca Juga: Doa Bulan Syaban, Arab Latin dan Artinya Agar Dapat Ampunan dan Hati Bahagia Saat Ramadan
Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Syaban boleh dilakukan sepanjang bulan, kecuali beberapa hari terakhir menjelang Ramadan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa berpuasa sunnah. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:
“Tidak ada puasa sunnah setelah pertengahan bulan Syaban sampai datang Ramadan.”
(HR Ibnu Hibban)
Namun, hadis ini dipahami sebagai larangan bagi orang yang baru memulai puasa setelah pertengahan Syaban, bukan bagi mereka yang sejak awal sudah rutin berpuasa.
Bahkan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan puasa satu atau dua hari di akhir Syaban sebagai persiapan menuju Ramadan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imran bin Hushain (HR Muslim).
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa Syaban tidak dibatasi jumlah harinya, bisa satu hari, beberapa hari, atau hampir sepanjang bulan.
Keutamaan Puasa Syaban
Puasa sunnah di bulan Syaban memiliki banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
1. Puasa Sunnah Paling Utama
Rasulullah SAW bersabda:
“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia sering lalai, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Allah, dan aku senang amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa.”
(HR An-Nasa’i)
Karena berada di antara dua bulan besar, Syaban sering terlewatkan. Justru di saat itulah nilai ibadahnya menjadi lebih utama.
2. Latihan Menyambut Ramadan
Puasa Syaban menjadi sarana latihan fisik dan mental sebelum memasuki puasa Ramadan. Dengan membiasakan diri berpuasa sejak Syaban, tubuh dan jiwa akan lebih siap menjalani ibadah Ramadan secara maksimal.
3. Dicontohkan Langsung oleh Rasulullah SAW
Rasulullah SAW dikenal rutin menjalankan puasa sunnah. Bahkan beliau sering “mengumpulkan” puasa sunnahnya di bulan Syaban untuk menyempurnakan amalannya sebelum Ramadan tiba.
Jadwal Puasa Syaban 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, bulan Syaban 1447 H diperkirakan dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026, dan berakhir pada 18 Februari 2026, bergantung pada hasil rukyat.
Beberapa puasa sunnah yang umum dilakukan di bulan Syaban antara lain:
- Puasa Senin dan Kamis
- Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Syaban)
- Puasa Nisfu Syaban (15 Syaban)
Niat Puasa Syaban
Pada dasarnya, niat puasa Syaban cukup diniatkan dalam hati. Namun boleh juga dilafalkan.
Niat Puasa Sunnah Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ سُنَّةَ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah Syaban karena Allah Ta‘ala.”
Demikian itu informasi soal puasa syaban berapa hari. Ibadah puasa syaban adalah ibadah sunnah yang fleksibel namun penuh keutamaan.
Tidak ada batasan pasti mengenai jumlah harinya, sehingga umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing. Dengan memperbanyak puasa di bulan Syaban, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual untuk menyambut bulan Ramadan dengan kondisi terbaik.
Kontributor : Mutaya Saroh