Suara.com - Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah Ring of Fire, menjadikannya sangat rawan terhadap gempa bumi. Di sisi lain, curah hujan yang tinggi sering kali memicu banjir di berbagai daerah.
Dalam kondisi darurat, waktu adalah segalanya. Memiliki Tas Siaga Bencana (TSB) atau Emergency Go-Bag bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup.
Mengapa Tas Siaga Begitu Penting?
Ketika bencana terjadi, layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan akses komunikasi biasanya terputus. Bantuan dari pihak berwenang mungkin tidak langsung tiba dalam hitungan jam.
Tas Siaga dirancang untuk membantu Anda bertahan setidaknya selama 72 jam pertama (masa kritis) secara mandiri. Tas ini harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti dekat pintu keluar atau di bawah tempat tidur.
1. Kebutuhan Dasar (Pangan dan Hidrasi)
Air adalah prioritas utama. Tubuh manusia hanya mampu bertahan beberapa hari tanpa cairan.
- Air Minum: Siapkan minimal 2 liter air per orang per hari. Gunakan botol yang kuat atau kantong air lipat yang hemat ruang.
- Makanan Instan: Pilih makanan yang tinggi kalori, tahan lama (minimal 6 bulan), dan tidak perlu dimasak, seperti biskuit protein, cokelat, granola bars, atau makanan kaleng dengan pembuka praktis.
- Peralatan Makan: Sendok garpu lipat dan botol minum yang memiliki filter pemurni air akan sangat berguna jika sumber air bersih terbatas.
2. Alat Penerangan dan Komunikasi
Kegelapan sering kali memicu kepanikan saat bencana.
Baca Juga: Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
- Senter LED & Baterai Cadangan: Hindari penggunaan lilin karena risiko kebocoran gas saat gempa.
- Power Bank: Pastikan kapasitasnya besar dan selalu terisi penuh untuk menjaga ponsel tetap menyala.
- Radio Portabel: Saat internet mati, radio adalah satu-satunya sumber informasi resmi dari pemerintah terkait situasi bencana.
- Peluit: Alat kecil ini sangat vital. Jika terjebak di reruntuhan, suara peluit lebih efektif menarik perhatian tim penyelamat daripada berteriak yang hanya akan menguras energi.
3. Perlengkapan Medis dan Kebersihan (Hygiene Kit)
Kondisi pengungsian yang padat sering kali memicu penyebaran penyakit.
- Kotak P3K: Berisi plester, kasa, antiseptik, dan obat-obatan umum (flu, diare, pereda nyeri).
- Obat Pribadi: Jika Anda memiliki penyakit khusus (asma, hipertensi), pastikan cadangan obat tersedia untuk 3-7 hari.
- Masker & Sanitizer: Penting untuk melindungi pernapasan dari debu reruntuhan atau polusi air.
- Perlengkapan Mandi Mini: Sabun, sikat gigi, dan tisu basah untuk menjaga kebersihan diri.
4. Dokumen Penting dan Uang Tunai
Banyak orang kehilangan harta benda dan identitas karena dokumen hancur atau hanyut.
- Map Kedap Air: Simpan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, sertifikat rumah, dan polis asuransi di dalamnya.
- Uang Tunai: Siapkan uang dalam pecahan kecil. Saat bencana, mesin ATM kemungkinan besar tidak berfungsi karena mati listrik.
5. Pakaian dan Pelindung Diri
Khusus untuk banjir, pastikan Anda memiliki pakaian ganti yang disimpan dalam plastik kedap udara (dry bag).
- Pakaian Dalam & Jaket: Menjaga suhu tubuh agar tidak hipotermia.
- Selimut Darurat (Thermal Blanket): Selimut berbahan foil yang ringan namun efektif menahan panas tubuh.
- Alas Kaki Tangguh: Sepatu kets atau bot karet untuk menghindari luka akibat pecahan kaca atau paku di area bencana.
Bencana tidak bisa diprediksi, tapi dampaknya bisa diminimalisir dengan kesiapsiagaan. Letakkan tas siaga Anda di tempat yang mudah dijangkau, seperti di bawah tempat tidur atau dekat pintu utama. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui keberadaan tas ini dan cara menggunakannya.
Ingat, persiapan hari ini adalah modal keselamatan di hari esok. Sudahkah tas siaga Anda siap hari ini?
Kontributor : Rizqi Amalia