Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:05 WIB
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan kebutuhan pasca-bencana Sumatera diperkirakan lebih dari Rp2 triliun kepada Komisi VIII DPR RI.
  • Kementerian Sosial hanya memiliki ketersediaan dana Rp600 miliar yang dialihkan dari direktif Presiden untuk penanganan mendesak.
  • Pagu anggaran kebencanaan Kemensos 2026 turun drastis menjadi Rp179 miliar dibandingkan pagu tahun sebelumnya.

Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memaparkan tantangan besar dalam pendanaan penanganan pasca-bencana, khususnya untuk wilayah Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat).

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Gus Ipul mengungkapkan bahwa estimasi kebutuhan anggaran untuk pemulihan di tiga provinsi tersebut mencapai angka yang sangat besar, sementara ketersediaan dana saat ini masih jauh dari mencukupi.

"Sementara Bapak Ibu sekalian inilah gambaran kebutuhan anggaran kita untuk urusan kebencanaan ini. Kebutuhan anggaran penanganan pasca bencana Sumatera aja diperkirakan Rp2 triliun lebih," ujar Gus Ipul di hadapan anggota dewan.

Kementerian Sosial kekinian mengandalkan anggaran sekitar Rp600 miliar yang berasal dari pengalihan lewat Rincian Output (RO) atau direktif Presiden.

Namun, dana tersebut diprioritaskan untuk penanganan mendesak di wilayah terdampak paling parah.

"Anggaran yang tersedia di RO kami adalah Rp600 miliar lebih, tadi sudah kami sampaikan sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp1 triliun lebih," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyoroti penurunan pagu anggaran kebencanaan Kemensos yang cukup signifikan pada tahun 2026 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi beban tambahan di tengah banyaknya titik bencana yang harus ditangani.

Petugas dari Kementerian PU Tengah Membersihkan Gelondongan Kayu Besar dan Lumpur di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin [Dini Afrianti Efendi/Suara.com]
Petugas dari Kementerian PU Tengah Membersihkan Gelondongan Kayu Besar dan Lumpur di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin [Dini Afrianti Efendi/Suara.com]

"Untuk tahun 2025 saja sebagai perbandingan, Bapak Ibu sekalian, anggaran di kebencanaan kita ada 519 miliar lebih. Sementara pagu anggaran kami di tahun 2026 hanya ada 179 miliar lebih. Turun di tahun 2025 sebesar 339 miliar lebih. Jadi ada penurunan. Untuk itu nanti mohon bisa didiskusikan dan kita mohon dukungan dari para anggota DPR," ungkapnya.

baca juga

Berdasarkan simulasi data sementara, dana triliunan rupiah tersebut sangat dibutuhkan untuk berbagai komponen bantuan sosial bagi para penyintas bencana, mulai dari santunan hingga pemulihan ekonomi.

"Ini simulasi kami, jadi dan untuk santunan ahli waris, kemudian untuk isian hunian tetap dan hunian sementara, untuk penguatan ekonomi bagi korban bencana, dan bantuan jaminan hidup atau pemberian lauk pauk. Ini adalah simulasi kami berdasarkan pada data sementara," paparnya.

Kendati begitu, Gus Ipul menekankan bahwa penyaluran bantuan tersebut akan tetap melalui mekanisme verifikasi yang ketat, mulai dari validasi data BNPB hingga usulan dari pemerintah daerah yang disetujui Kementerian Dalam Negeri.

"Data sementara yang kami terima dari BNPB, kemudian nanti tentu pada akhirnya berdasarkan usulan dari kabupaten kota yang nanti disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri baru kami salurkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:09 WIB

28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?

28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:38 WIB

Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur

Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:53 WIB

JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra

JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×