-
Investasi tabungan emas digital bisa dimulai dengan modal hanya Rp50 ribu.
-
Emas fisik membutuhkan biaya cetak dan penyimpanan ekstra yang cukup mahal.
-
Tabungan emas digital lebih likuid karena saldo bisa dijual sebagian saja.
Investasi berupa emas fisik memang kepuasan tersendiri, tapi risikonya juga tinggi kalau disimpan di rumah.
Bahkan, Anda harus mengeluarkan biaya lebih jika ingin menyewa Safe Deposit Box di bank untuk menyimpan emas fisik.
Kalau Tabungan Emas, saldo Anda akan tersimpan aman di sistem aplikasi yang diawasi oleh OJK atau Bappebti.
Sehingga, Anda tak perlu pusing mikirin brankas atau maling emas fisik yang disimpan di rumah.
4. Likuiditas
Tabungan emas digital bisa dimanfaatkan ketika Anda membutuhkan dana darurat untuk bayar kontrakan atau motor.
Anda bisa jual saldo emas Anda sedikit saja, misalnya cuma senilai Rp200 ribu untuk servis motor.
Sedangkan emas fisik, Anda tidak bisa memotongnya alias Anda harus menjualnya seluruh kepingan itu.
5. Transparansi dan Kemudahan Akses
Baca Juga: KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Tabungan emas sekarang sudah canggih banget, karena Anda bisa pantau harga emas naik-turun secara real-time lewat HP sambil rebahan.
Transaksinya juga instan, tinggal klik jual atau beli.
Sementara, emas fisik biasanya mengharuskan Anda datang ke toko emas atau butik logam mulia secara langsung.
Mana yang Lebih Baik untuk Investasi dengan Budget Terbatas?
Anda bisa pilih tabungan emas digital, jika Anda pemula dengan modal terbatas tapi ingin menabung rutin harian dan tak mau repot soal penyimpanan.
Anda bisa pilih logam mulia fisik, jika punya dana besar dan ingin aset riil yang bisa dipegang langsung dan berniat menjadikannya warisan atau simpanan jangka panjang di atas 5 tahun.