Biodata dan Agama Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files

Ruth Meliana

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:50 WIB
Biodata dan Agama Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Jeffrey Epstein (X)
baca 10 detik
  • Jeffrey Epstein, terpidana perdagangan seks, meninggal dunia tahun 2019.
  • Epstein Files yang dirilis DOJ AS mengungkap keterlibatan tokoh global berpengaruh dalam skandal perdagangan anak.
  • Dokumen tersebut mengungkap detail kejahatan Epstein mulai dari kesepakatan tahun 2008 hingga tuduhan federal 2019.

Suara.com - Jeffrey Epstein menjadi pusat perhatian dunia karena skandal seks perdagangan anak yang melibatkan elite global. Meski telah meninggal dunia pada 2019, namanya tetap menjadi isu panas gara-gara Epstein Files.

Epstein Files telah dirilis oleh Departement of Justice (DOJ) Amerika Serikat. Isinya mencakup tokoh-tokoh berpengaruh dunia yang terseret skandal Epstein.

Hal ini membuat publik turut penasaran dengan profil, termasuk biodata dan agama Jeffrey Epstein.

Biodata dan Agama Jeffrey Epstein

Dokumenter Jeffrey Epstein. (Netflix)
Dokumenter Jeffrey Epstein. (Netflix)

 

Nama Lengkap: Jeffrey Edward Epstein

Nama Ibrani: Yudel

Tempat Lahir: Brooklyn, New York City, Amerika Serikat

Tanggal Lahir: 20 Januari 1953

Kebangsaan: Amerika Serikat

Agama/Latar Belakang: Yahudi

baca juga

Tempat Tinggal Masa Kecil: Sea Gate, Coney Island, Brooklyn

Wafat: 10 Agustus 2019, Manhattan, New York City

Ayah: Seymour George Epstein (1916–1991)

Ibu: Pauline “Paula” Stolofsky (1918–2004)

Latar Keluarga: Keturunan imigran Yahudi Eropa, sebagian keluarga menjadi korban Holocaust

Pendidikan

SMA: Lafayette High School, lulus 1969

Perguruan Tinggi:

  • Cooper Union (1969)
  • Courant Institute, NYU (1971) (Tidak menyelesaikan gelar)

Profil Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]
Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]

 

Jeffrey Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York City, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga kelas menengah Yahudi.

Orang tuanya adalah Seymour George Epstein (1916–1991), seorang tukang kebun di New York City Parks Department, dan Pauline "Paula" Stolofsky (1918–2004), seorang ibu rumah tangga.

Kedua orang tuanya adalah anak imigran Yahudi dari Eropa, di mana banyak anggota keluarga mereka tewas dalam Holocaust.

Epstein dibesarkan di Sea Gate, sebuah komunitas tertutup di ujung barat Coney Island, yang memiliki sejarah kuat sebagai enklave Yahudi sejak awal abad ke-20.

Lingkungan ini, yang kini didominasi oleh komunitas Ortodoks seperti Chabad dan Satmar Hasidim, membentuk masa kecilnya di dekat sinagoga Keneses Israel.

Sebagai siswa berbakat, Epstein unggul dalam matematika dan piano. Ia lulus dari Lafayette High School di Gravesend, Brooklyn pada 1969 setelah melewati dua kelas.

Sekolahnya mayoritas siswa Italia-Amerika, dan ada dugaan ia menghadapi antisemitisme di sana.

Ia kemudian masuk ke Cooper Union for the Advancement of Science and Art pada 1969, sebelum pindah ke Courant Institute of Mathematical Sciences di New York University (NYU) pada 1971.

Namun, ia tidak menyelesaikan gelarnya dan keluar setelah tiga tahun.

Karir Epstein dimulai secara tidak biasa. Pada 1974, ia menjadi guru fisika dan matematika di Dalton School, sebuah sekolah elit di Manhattan, meskipun tanpa gelar sarjana.

Di sana, ia bertemu dengan Alan Greenberg, CEO Bear Stearns, yang merekrutnya sebagai pedagang opsi pada 1976.

Epstein naik jabatan dengan cepat, menjadi mitra terbatas pada 1980, sebelum keluar pada 1981 untuk mendirikan perusahaan manajemen keuangan sendiri, J. Epstein & Co. (kemudian Financial Trust Co.).

Ia mengelola aset miliarder seperti Leslie Wexner, pendiri Victoria's Secret, dan menjadi multimiliarder dengan properti mewah di New York, Palm Beach, Paris, dan pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS, yang dijuluki "Little St. James" atau "Pulau Pedofil".

Epstein juga memiliki paspor Austria palsu dengan tempat tinggal di Arab Saudi, yang menurut pengacaranya untuk perlindungan sebagai anggota kaya dari agama Yahudi saat bepergian.

Epstein lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi, meskipun ia tidak secara aktif terlibat dalam komunitas Yahudi dewasa. Nama Ibraninya adalah Yudel, dan ada bukti masa kecilnya yang mencakup foto bar mitzvah di mana ia memainkan akordeon.

Pada 1985, ia melakukan perjalanan keluarga ke Israel, yang tercatat dalam album tribut ulang tahun ke-50 yang disusun oleh pacarnya saat itu, Ghislaine Maxwell.

Latar belakang Yahudinya sering menjadi topik spekulasi, terutama setelah kematiannya, dengan teori konspirasi seperti tuduhan bahwa ia bekerja untuk Mossad, badan intelijen Israel—klaim tanpa bukti yang disebarkan oleh tokoh seperti Tucker Carlson.

Namun, Epstein tidak terhubung secara signifikan dengan organisasi Yahudi, dan identitas Yahudinya lebih merupakan warisan keluarga daripada praktik aktif.

Epstein meninggal pada 10 Agustus 2019 dalam sel penjara Manhattan, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Skandal Global Epstein Files

Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]
Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]

 

Skandal terbesar Epstein berpuncak pada Epstein Files, lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang mendetailkan kegiatan kriminalnya sebagai pelaku perdagangan seks anak.

Dokumen ini berasal dari penyelidikan sejak 2005, termasuk kesepakatan plea 2008 di Florida di mana ia dihukum karena prostitusi anak di bawah umur, dan tuduhan federal 2019 atas jaringan trafficking.

Epstein meninggal sebelum persidangan, memicu teori konspirasi tentang pembunuhan.

Pelepasan file ini dipaksa oleh Epstein Files Transparency Act 2025, yang ditandatangani Presiden Donald Trump.

Departemen Kehakiman AS merilis sebagian pada Desember 2025 dan Januari 2026, termasuk 3 juta halaman tambahan pada 30 Januari 2026.

File tersebut mengungkap hubungan Epstein dengan tokoh seperti Trump, Bill Clinton, Elon Musk, Pangeran Andrew, dan lainnya, termasuk tuduhan bahwa Epstein menggunakan daftar klien untuk pemerasan.

Temuan ini memicu skandal global, dengan kritik bipartisan atas redaksi berat, dan meningkatkan pengawasan terhadap elite yang terlibat, seperti kunjungan Putri Mette-Marit Norwegia ke rumah Epstein.

Rekaman audio dari penulis Michael Wolff juga muncul, di mana Epstein mengklaim sebagai "teman terdekat" Trump dan mengungkap detail intim tentang perilaku Trump.

Skandal Jeffrey Epstein tidak hanya menyoroti kejahatannya di Epstein Files, tetapi juga bagaimana kekayaan dan koneksinya melindungi dia selama bertahun-tahun, memicu perdebatan tentang keadilan dan kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Link Download Epstein Files PDF yang Diduga Berjumlah 3 Juta Halaman

Link Download Epstein Files PDF yang Diduga Berjumlah 3 Juta Halaman

Lifestyle | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:12 WIB

Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'

Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:04 WIB

Berapa Kekayaan Jeffrey Epstein yang Jadi Biang Kerok Epstein Files?

Berapa Kekayaan Jeffrey Epstein yang Jadi Biang Kerok Epstein Files?

Lifestyle | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×