Dugderan Semarang 2026: Saat Tradisi, Nostalgia, dan Jajanan Rakyat Bertemu di Alun-Alun

Vania Rossa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:10 WIB
Dugderan Semarang 2026: Saat Tradisi, Nostalgia, dan Jajanan Rakyat Bertemu di Alun-Alun
Dugderan Semarang 2026. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Festival Dugderan 2026 di Alun-alun Kauman Semarang berlangsung hingga 16 Februari, mengusung tema toleransi dan budaya.
  • Festival ini menyajikan nuansa tempo dulu melalui musik dangdut lawas, busana pejabat, dan mainan tradisional untuk nostalgia.
  • Acara ini menjadi panggung rakyat bagi UMKM, serta merupakan tradisi penanda Ramadan yang kini diperjuangkan jadi Warisan Budaya Indonesia.

Suara.com - Semarang lagi punya alasan seru buat didatangi awal Februari ini. Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 resmi digelar di kawasan Alun-alun Masjid Agung Semarang (Kauman) dan langsung menyulap ruang publik jadi lautan budaya, kuliner, dan nostalgia.

Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” festival yang berlangsung sampai 16 Februari ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga tentang merayakan identitas kota yang sudah hidup sejak ratusan tahun lalu.

Dangdut Jadul, Baju Tempo Dulu, dan Kenangan Masa Kecil

Begitu masuk area festival, pengunjung langsung disambut suasana yang beda. Di panggung hiburan, alunan dangdut jadul dari Orkes Melayu Lorenza bikin suasana makin hangat dan akrab. Rasanya seperti diajak mundur ke masa lalu.

Nuansa tempo dulu juga terasa dari busana yang dikenakan jajaran pejabat Pemkot Semarang saat pembukaan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bahkan menyebut konsep ini sengaja dihadirkan untuk menguatkan rasa kebersamaan lewat tradisi.

“Ini adalah tradisi yang dilakukan sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia. Tahun ini kita buat lebih ramai. Kita pakai baju-baju jadul supaya suasananya terasa,” ujar Agustina.

Belum lagi deretan mainan lawas seperti kapal otok-otok, celengan gerabah, sampai aneka kerajinan tanah liat yang bikin banyak orang spontan nostalgia. Dugderan memang seperti mesin waktu—yang tua jadi ingat masa kecil, yang muda jadi kenalan sama tradisi.

Surga Jajanan Rakyat di Tengah Kota

Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo hingga Alun-alun Barat kini berubah jadi pusat jajanan dan belanja rakyat. Ratusan UMKM dan pedagang kaki lima ikut meramaikan festival, menjual aneka kuliner khas sampai camilan pasar yang bikin kalap.

baca juga

Pemkot Semarang memang ingin menjadikan Dugderan sebagai ruang publik yang benar-benar milik warga.

“Biarlah alun-alun ini kita pakai secara maksimal untuk ruang publik. Dugderan harus menjadi panggung rakyat. Yang penting tertib dan pelaku usaha kecil jadi prioritas,” kata Agustina.

Aroma gorengan hangat, sate bakar, sampai jajanan tradisional manis bercampur di udara—godaan yang hampir mustahil ditolak. Buat banyak pedagang, momen ini bukan cuma soal jualan, tapi juga soal harapan.

Lis, salah satu pedagang kuliner, mengaku senang karena dagangannya sempat dicicipi langsung oleh wali kota saat peninjauan.

“Senang, katanya enak. Harapannya ke depan bisa terus ramai, tambah banyak pengunjung,” ujar Lis dengan wajah sumringah.

Tradisi yang Dijaga, Bukan Sekadar Dirayakan

Di balik kemeriahannya, Dugderan punya makna yang lebih dalam. Tradisi ini sudah ada sejak masa kolonial dan selalu jadi penanda datangnya Ramadan bagi warga Semarang. Perpaduan budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa terasa kuat di dalamnya.

Karena nilai sejarah dan budayanya yang besar, Pemkot Semarang kini juga tengah memperjuangkan Dugderan agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Indonesia.

“Sekarang kita sedang berjuang pasar Dugderan ini menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Kalau sudah jadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya wajib mengadakan Dugderan,” tegas Agustina.

Puncaknya: Arak-Arakan Penuh Warna

Festival ini nantinya akan ditutup dengan arak-arakan Dugderan dari Balaikota menuju Masjid Kauman—momen yang selalu ditunggu karena penuh warna, kostum unik, dan semangat kebersamaan warga.

“Mudah-mudahan ini tetap ramai sampai tanggal 16. Nanti kita akhiri dengan arak-arakan Dugderan,” tandas Agustina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta

Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:57 WIB

Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft

Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:49 WIB

Mengakarnya Budaya Patriarki dan Absennya Peran Ayah di Rumah Tangga

Mengakarnya Budaya Patriarki dan Absennya Peran Ayah di Rumah Tangga

Your Say | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×