Suara.com - Belakangan dunia penerbangan Indonesia kembali menghadapi masalah yang cukup viral, terkait keterlambatan hingga 5 jam yang dialami penumpang Super Air Jet. Hal ini membuat orang penasaran Super Air Jet punya siapa, dan Anda dapat memperoleh informasi lengkapnya di sini.
Terdapat salah satu video yang tampak memperlihatkan situasi para penumpang yang sudah ada di dalam pesawat, namun pesawat tidak kunjung terbang. Terlihat pula seorang penumpang yang mencoba meminta penjelasan, namun dengan nada yang sudah jengkel.
Kejadian ini terjadi pada penerbangan Super Air Jet IU-742 rute Jakarta-Bali yang dijadwalkan berangkat hari Kamis, 12 Februari 2026 lalu.
Siapa Pemilik Super Air Jet?
Super Air Jet sudah beroperasi sejak tahun 2021 lalu, dan menjadi salah satu maskapai dengan biaya ekonomis di Indonesia. Maskapai ini masuk kategori low cost carrier atau LCC, yang bersaing dengan beberapa maskapai lainnya.
Pemiliknya sendiri tercatat bernama Farian Kirana dan Davin Kirana, keluarga dari Rusdi Kirana yang ternyata adalah pendiri dari Lion Group. Farian adalah keponakan dari konglomerat tersebut, dan Davin adalah putra kandung dari Rusdi Kirana.
Sebelum tercatat sebagai pemilik Super Air Jet, Farian sudah berkarir didunia penerbangan dengan belajar bisnis ini dari sang paman. Setelah lulus dari pendidikan Manajemen Bisnis Universitas Pelita Harapan, Farian turut membantu Rusdi untuk mengurus Lion Air.
Farian kemudian memiliki ide untuk mengembangkan lini usaha Lion Air di sektor lain, dan kemudian muncullah produk Lion Parcel.
Peruntungan kembali dicoba, dan terbentuklah Super Air Jet yang kini dikenal luas di Indonesia sebagai alternatif penerbangan terjangkau pada berbagai jalur.
Kejadian Delaiy 5 Jam, Tinggalkan Bayi
Kejadian berawal ketika seorang penumpang, bernama Bobby, beserta istri, anak, dan adiknya, memesan tiket Super Air Jet ini. Keberangkatan yang dipilih adalah pukul 13.00 WIB. Namun kemudian penumpang diinformasikan oleh pihak Super Air Jet bahwa penerbangan delay sekitar 30 menit.
Baca Juga: Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan
Namun penundaan yang terjadi terus berulang hingga tiga jam berikutnya. Pada saat tersebut, sang anak sudah mulai muntah karena kondisi ruangan yang dingin. Bobby dan istri kemudian menyiapkan seluruh keperluan sang anak.
Setelah menunggu empat jam di luar pesawat, Bobby dan penumpang lainnya kemudian diminta masuk ke dalam pesawat sekitar pukul 17.00 WIb. Setelah berada di dalam kabin, kondisi kembali tidak kondusif karena sekitar 40 menit berlalu dan pesawat tidak kunjung berangkat.
Di waktu yang sama, AC di dalam kabin berada dalam kondisi mati, yang jelas membuat setiap penumpang merasa tidak nyaman. Bobby kemudian memutuskan untuk maju dan berbicara dengan awak kabin, karena dirasa kondisinya tidak masuk akal.
Beberapa saat kemudian, pihak maskapai memberitahukan bahwa penumpang akan dipindah ke pesawat lain. Semua penumpang turun dan mengambil bagasi masing-masing, namun tidak ada pemberitahuan durasi pemindahan penumpang ke pesawat berikutnya.
Kondisi sudah semakin tidak kondusif, dan Bobby membawa istri dan sang anak ke lounge. Hanya tersisa beberapa orang dari penerbangan tersebut yang belum masuk ke pesawat baru yang diberikan.
Ia kemudian menyampaikan pada kru penerbangan bahwa akan segera membawa sang istri dan anak yang berada di dalam lounge. Namun demikian ketika kembali tiba di gate keberangkatan, ternyata pesawat yang digunakan sudah lepas landas.
Jelas hal ini menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan dan harus dialami oleh pelanggan dari sebuah maskapai di Indonesia. Kejadian ini kemudian viral, dan membuat banyak orang merasa kecewa pada maskapai tersebut.
Itu tadi informasi tentang Super Air Jet punya siapa dan kejadian delay 5 jam yang meninggalkan beberapa penumpang dan bayi, semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian