Suara.com - Bulan Ramadan selalu menjadi momentum utama bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah malam, terutama salat tarawih dan witir.
Tradisi berjamaah di masjid menambah kekhusyukan dan kebersamaan, namun ada sebagian jamaah yang bertanya, bolehkah tarawih dilakukan di masjid, tetapi salat witir dikerjakan di rumah?
Pertanyaan ini menjadi penting karena pikiran dan niat dalam ibadah memengaruhi kekhusyukan serta penerimaan ibadah itu sendiri. Untuk itu, mari kita urai hukum, dalil, dan manfaat dari praktik ibadah ini secara jelas dan bijak.
Apa Itu Tarawih dan Witir?
- Tarawih: salat sunnah yang dilakukan setiap malam selama Ramadan setelah salat Isya. Ibadah ini dianjurkan secara berjamaah maupun sendiri.
- Witir: salat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil dikerjakan pada malam hari sebagai penutup salat malam. Sifatnya lebih fleksibel dalam pelaksanaannya, baik berjamaah maupun sendirian.
Meskipun sering dilaksanakan secara berurutan dalam satu majelis di masjid, secara syariat tarawih dan witir adalah ibadah terpisah dengan hukum yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya.
![Umat Islam melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (11/3/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/11/26433-shalat-tarawih-di-masjid-istiqlal-salat-tarawih-masjid-istiqlal.jpg)
Hukum Tarawih di Masjid & Witir di Rumah
Bolehkah tarawih di masjid dan witir di rumah? Ya, boleh. Seseorang boleh saja mengikuti tarawih jamaah hingga selesai di masjid, lalu pulang dan mengerjakan salat witir di rumah tanpa mengikuti witir berjamaah di masjid terlebih dahulu.
Mengutip laman Konsultasi Syariah, Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan hal ini secara gamblang, bahwa jamaah boleh pulang setelah tarawih tanpa mengikuti witir di masjid, namun hal ini tidak terlalu dianjurkan karena ada pahala besar bagi mereka yang tetap mengikuti hingga selesai bersama imam.
Dalil Mengenai Pahala dan Tata Cara
Baca Juga: 5 Takjil Murah dan Mudah Dibuat, Cocok untuk Bagi-Bagi saat Buka Puasa
1. Pahala Mengikuti Tarawih hingga Selesai
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Barang siapa salat malam bersama imam hingga imam selesai, ditulis baginya pahala qiyamul lail semalam penuh", (HR Tirmidzi, Ibn Hibban, dan Ibnu Khuzaimah yang dinilai shahih).
Dalil ini menunjukkan bahwa mengikuti tarawih berjamaah hingga selesai memiliki keutamaan pahala yang besar.
2. Witir sebagai Penutup Salat Malam
Hadis lain meriwayatkan yang artinya: "Jadikanlah witir sebagai penutup salat kalian pada malam hari", (HR Bukhari & Muslim dari Ibnu Umar).
Dari sini dipahami bahwa tujuan salat witir adalah sebagai penutup salat malam, termasuk tarawih. Oleh karena itu, boleh dilakukan kapan pun sebelum fajar selama belum menunaikannya di malam itu.
3. Witir Boleh Sendiri atau Berjamaah
Ditanyakan apakah hibah witir setelah tarawih boleh di rumah, Ustadz Ammi Nur Baits menyatakan bahwa witir di akhir malam lebih utama, namun witir di awal malam pun baik, dan salat sunnah setelahnya tidak membatalkan witir yang sudah dilakukan.
Pendapat Ulama Tentang Pelaksanaannya
Para ulama sepakat bahwa:
- Tarawih di masjid secara berjamaah sangat dianjurkan karena pahala jamaah yang besar.
- Witir bukanlah salat yang wajib jamaah, sehingga secara hukum boleh dikerjakan di rumah.
- Jika seseorang sudah melakukan witir berjamaah di masjid, lalu ingin tahajud di rumah, ia tidak perlu mengulang witir.
Oleh karena itu, pilihan untuk memisahkan tarawih dan witir tidaklah membatalkan ibadah, tetapi ada hikmah dalam pelaksanaan yang sebaiknya dipahami agar ibadah semakin berkualitas.
Mengapa Banyak Jamaah Pulang Sebelum Witir?
Beberapa orang memilih pulang setelah tarawih karena:
- Ingin berkonsentrasi salat tahajud di rumah.
- Memiliki kondisi fisik atau keluarga yang perlu diperhatikan.
- Ingin mendapatkan waktu istirahat sebelum Subuh.
Semua itu termasuk alasan yang diperbolehkan secara syariat selama niat tetap lurus dan tidak karena meninggalkan kebiasaan berjamaah semata.
Tips agar Ibadah Malam Lebih Optimal
Untuk menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadan, berikut beberapa tips:
- Ikuti tarawih di masjid bersama jamaah bila mampu.
- Jika ingin tahajud, pertimbangkan menunda witir hingga setelah tahajud di rumah.
- Niatkan setiap ibadah dengan ikhlas dan fokus pada hubungan kepada Allah.
- Jangan memaksakan diri bila fisik lelah, pilih pola ibadah yang memberkah.
Bolehkah tarawih di masjid lalu salat witir di rumah? Boleh dan sah secara syariat. Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah malam, selama niat dan tata caranya sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan yang besar, namun memisahkan pelaksanaan witir di rumah tetap diperbolehkan, terutama jika dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas salat malam seperti tahajud. Semoga penjelasan ini membantu Anda beribadah Ramadan dengan penuh ilmu dan keberkahan!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama