- Dua masjid di Yogyakarta, Kauman dan Jogokariyan, menggelar tarawih pertama pada Selasa (17/2/2026) memulai Ramadan 1447 H.
- Keputusan awal puasa didasarkan Kalender Global Tunggal karena hilal telah terlihat di Alaska.
- Masjid Jogokariyan menyiapkan 512 paket subsidi sahur dan menambah porsi buka puasa gratis tahun ini.
Suara.com - Dua masjid di Kota Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Jogokariyan, resmi menggelar salat tarawih pertama pada Selasa (17/2/2026) malam ini. Pelaksanaan ibadah ini menandai dimulainya rangkaian bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi jemaah di kedua wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan Suara.com di Masjid Gedhe Kauman, jemaah sudah mulai berdatangan sejak Selasa sore untuk menunaikan salat Maghrib. Meski gerimis, jemaah tetap berdatangan untuk mengikuti salat tarawih perdana kali ini.
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan seluruh persiapan teknis sejak jauh hari.
"Memang kita persiapan tanggal 18 itu awal Ramadan. Sehingga nanti insyaallah kita sudah mulai dengan salat tarawih dan besok pagi insyaallah kita sudah berpuasa," kata Azman ditemui di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Selasa malam.
Azman bilang keputusan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipedomani oleh Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya Islam memiliki kesatuan kalender internasional agar satu tanggal berlaku seragam di seluruh dunia.
Selain itu, berdasarkan perhitungan ahli, hilal di wilayah Alaska telah memenuhi kriteria visibilitas yang dipersyaratkan.
"Puasa tahun ini masuknya itu memang sudah memenuhi syarat karena sudah muncul hilal di Amerika, di Alaska dan hilal itu sudah bisa memenuhi syarat untuk bisa dilihat," ungkapnya.
Perbedaan Awal Puasa Jadi Keragaman
Mengenai adanya potensi perbedaan awal Ramadan di masyarakat, Azman menilai hal tersebut sebagai kekayaan keberagaman dan bukan suatu masalah besar.
Ia berharap kedewasaan umat Islam dalam menyikapi perbedaan terus meningkat. Mengingat pengalaman serupa telah dilalui selama berpuluh-puluh tahun tanpa kendala berarti.
"Saya kira kita sudah berpuluh-puluh tahun punya pengalaman berbeda dan berpuluh-puluh tahun tidak ada masalah dengan perbedaan-perbedaan itu," tutur Azman.
"Saya pikir kok semakin lama kita itu mestinya memang harus semakin dewasa. Wong dulu aja nggak apa-apa apalagi sekarang," tegasnya kembali," imbuhnya.
Masjid Jogokariyan Sudah Siapkan Subsidi Sahur

Selain Masjid Gedhe Kauman, ada pula Masjid Jogokariyan yang melaksanakan salat tarawih pada malam ini.
Takmir Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Ariadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan subsidi sahur berupa sembako dan dana bagi ratusan warga kurang mampu di sekitar wilayah Jogokariyan. Hal ini bertujuan agar jemaah memiliki bekal yang cukup saat memasuki bulan suci Ramadan.