Apakah Tadarus Wajib di Bulan Ramadan? Simak Hukum dan Keutamaannya

Yasinta Rahmawati

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:57 WIB
Apakah Tadarus Wajib di Bulan Ramadan? Simak Hukum dan Keutamaannya
Ilustrasi tadarus. (Freepik)
baca 10 detik
  • Tadarus menjadi ibadah yang kerap dilakukan umat muslim saat berpuasa.
  • Tadarus sendiri sangat istimewa di Bulan Ramadan.
  • Namun apakah tadarus wajib hukumnyaa?

 

Suara.com - Bulan Ramadan selalu identik dengan pemandangan umat Muslim yang berkumpul di masjid atau musala setelah salat Tarawih untuk membaca Al-Qur'an bersama. Aktivitas ini akrab kita sebut dengan istilah Tadarus.

Namun mungkin ada yang bertanya- tanya, apakah tadarus  wajib hukumnya di bulan Ramadan? Apakah seseorang berdosa jika melewatkan malam-malam Ramadan tanpa bertadarus?

Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita bedah hukum tadarus Al-Qu'ran berdasarkan penjelasan para ulama yang dirangkum dari laman Muslim.or.id.

Hukum Asal Tadarus: Wajib atau Sunnah?

Secara hukum fikih, membaca Al-Qur'an, baik secara sendirian (tilawah) maupun bersama-sama (tadarus), pada dasarnya adalah ibadah yang bersifat Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan merupakan sebuah kewajiban (Wajib).

Artinya, jika seorang Muslim tidak melakukan tadarus di bulan Ramadan, ia tidak mendapatkan dosa. Namun, ia akan kehilangan kesempatan emas untuk meraih pahala yang berlipat ganda.

Seperti yang diketahui, Ramadan adalah bulan di mana setiap amal kebaikan dibalas dengan ganjaran yang jauh lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya.

Ilustrasi Ibadah tadarus Al-Quran (pexels.com/RODNAE-Productions)
Ilustrasi Ibadah tadarus Al-Quran (pexels.com/RODNAE-Productions)

Mengutip penjelasan dari Muslim.or.id, tidak ada dalil yang mewajibkan setiap individu untuk mengkhatamkan Al-Qur'an atau melakukan tadarus secara berjamaah sebagai syarat sahnya puasa. Namun, meninggalkan tadarus begitu saja di bulan Ramadan dianggap sebagai kerugian besar bagi seorang mukmin.

Meneladani Tradisi Rasulullah dan Malaikat Jibril

Anjuran kuat untuk bertadarus di bulan Ramadan bukan tanpa alasan. Hal ini bersumber langsung dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan:

"Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam di bulan Ramadan, kemudian ia melakukan mudarasah (tadarus) Al-Qur'an bersamanya." (HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).

baca juga

Istilah mudarasah dalam hadis di atas merujuk pada aktivitas di mana salah satu pihak membaca dan pihak lainnya menyimak, atau keduanya saling mempelajari.

Inilah akar dari tradisi tadarus yang kita kenal sekarang. Jika Nabi yang sudah dijamin surga saja masih rutin bertadarus setiap malam bersama Jibril, tentu kita sebagai umatnya jauh lebih membutuhkan amalan tersebut.

Ilustrasi baca al quran, tadarus, keutamaan ayat kursi. (Pexels)
Ilustrasi baca al quran, tadarus. (Pexels)

Mengapa Tadarus Sangat Istimewa di Bulan Ramadan?

Ramadan disebut sebagai Syahrul Quran atau Bulannya Al-Qur'an. Hal ini dikarenakan Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada bulan ini. Oleh karena itu, tadarus memiliki kedudukan istimewa karena:

  • Melipatgandakan Pahala: Setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur'an dihitung sebagai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh. Di bulan Ramadan, nilai ini tentu lebih fantastis.
  • Memperbaiki Kualitas Bacaan: Dalam tadarus kelompok, ada proses menyimak dan mengoreksi (tashih). Ini adalah cara terbaik bagi kita yang belum fasih untuk memperbaiki tajwid dan makhrajul huruf.
  • Memperoleh Syafaat: Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat (pembelaan) bagi seorang hamba di hari kiamat kelak.
  • Menghidupkan Malam Ramadan: Tadarus adalah sarana terbaik agar malam-malam kita tidak habis untuk sekadar tidur atau bermain gadget, melainkan diisi dengan dzikir dan interaksi dengan firman Allah.

Salah Kaprah dalam Tadarus: Bukan Sekadar Kecepatan

Satu hal penting yang sering diingatkan oleh para ulama adalah mengenai esensi tadarus itu sendiri. Banyak orang yang terjebak dalam "perlombaan" untuk cepat-cepat khatam, sehingga membaca Al-Qur'an dengan sangat cepat tanpa memperhatikan tajwid dan maknanya.

Tadarus yang berkualitas adalah yang dilakukan dengan tartil (perlahan dan benar). Tujuan utama tadarus adalah agar ayat-ayat tersebut meresap ke dalam hati, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam kehidupan.

Jadi, apakah tadarus wajib di bulan Ramadan? Jawabannya adalah tidak wajib, namun sangat dianjurkan (Sunnah).

Tadarus adalah kesempatan untuk "mengisi ulang" iman dan membersihkan hati. Meskipun Anda sibuk dengan pekerjaan, usahakanlah untuk tetap menyisihkan waktu, meski hanya 15-30 menit setiap malam untuk membaca Al-Qur'an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Cara Menahan Lapar Saat Puasa, Hacks Tetap Kuat dan Tidak Mudah Lemas Selama Berpuasa

9 Cara Menahan Lapar Saat Puasa, Hacks Tetap Kuat dan Tidak Mudah Lemas Selama Berpuasa

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:25 WIB

7 Menu Takjil Hemat untuk Dibagikan Mulai Rp2 Ribuan, Gak Perlu Mahal

7 Menu Takjil Hemat untuk Dibagikan Mulai Rp2 Ribuan, Gak Perlu Mahal

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:32 WIB

Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Menurut Fiqih Islam

Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Menurut Fiqih Islam

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×