Suara.com - Kurma bukan sekadar buah manis yang identik dengan Ramadan atau buka puasa. Di balik rasanya yang sederhana, kurma memiliki makna spiritual yang kuat dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah makan kurma harus ganjil?
Pertanyaan ini kerap terdengar saat Ramadan, terutama ketika umat Muslim mengikuti sunah Rasulullah SAW dalam berbuka puasa.
Namun, apakah ketentuan ganjil ini bersifat wajib, atau hanya anjuran? Untuk memahaminya, kita perlu melihat langsung pada sunah Nabi dan penjelasan para ulama.
Sunah Nabi tentang Makan Kurma
Melansir laman Almanhaj, Ustaz Abu Kayyisa Zaki Rakhmawan menjelaskan mengenai petunjuk Rasulullah SAW ketika makan kurma.
Salah satu hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak keluar pada pagi hari Idulfitri sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Di sini disebutkan juga bahwa beliau makan kurma itu dalam jumlah ganjil (misalnya tiga, lima, tujuh, sembilan atau sebelas).
Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah SAW tidak berangkat salat pada hari raya Idulfitri, sehingga beliau makan beberapa buah kurma". Murajja bin Raja mengatakan: "Ubaidillah pernah memberitahukan kepadaku, di mana ia menceritakan, Anas bin Malik pernah memberitahukan kepadaku, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau makan kurma itu dalam jumlah yang ganjil".
Namun penting dipahami, hadis-hadis tersebut menunjukkan keutamaan dan kebiasaan, bukan perintah yang bersifat wajib. Penting untuk dipahami:
- Jumlah ganjil di sini merupakan sunah (anjaran), bukan kewajiban.
- Jika seseorang makan kurma dalam jumlah genap, itu tidak batalkan puasa atau dianggap salah secara agama.
- Inti dari amalan ini adalah mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar angka.
Dalam Islam, mengikuti sunah bernilai pahala, tetapi meninggalkannya tidak berdosa.
Baca Juga: Digelar di 9 Kota Besar, BSI Fest Ramadan 2026 Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp4 Juta
![ilustrasi buah kurma [freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/19/18267-ilustrasi-buah-kurma.jpg)
Kurma sebagai Makanan yang Dianjurkan
Kurma juga disebut sebagai sebaik-baik makanan untuk sahur dan berbuka puasa dalam beberapa hadis, menunjukkan bahwa buah ini memiliki tempat khusus dalam tradisi Nabi. Beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:
- Sumber energi cepat saat berbuka puasa
- Mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh
- Membantu mengembalikan kadar gula darah setelah berpuasa
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sebaik-baik makanan sahur bagi seorang mukmin adalah tamr (kurma kering).
Inilah sebabnya kurma menjadi pilihan utama Rasulullah SAW saat berbuka, bukan hanya karena nilai ibadah, tetapi juga karena hikmah kesehatan di dalamnya.
Jadi, Apakah Makan Kurma Harus Ganjil?
Jawabannya tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunah Nabi. Jika Anda mampu dan ingin mengamalkan sunah, makan kurma dalam jumlah ganjil adalah pilihan yang baik.
Namun jika tidak, makan kurma genap atau bahkan tanpa kurma sama sekali tetap sah dan tidak mengurangi nilai ibadah puasa.
Yang terpenting bukan pada jumlahnya, melainkan niat, kesederhanaan, dan kesadaran untuk meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama