- Masjid Agung As-Salam Lubuk Linggau, ikon religi berdiri sejak 1998, direvitalisasi menjelang Ramadan demi kenyamanan jamaah.
- Revitalisasi mencakup pengecatan ulang eksterior dengan penyesuaian arsitektur Timur Tengah, dikerjakan bersama Pemkot dan PUPR.
- Proses peremajaan menggunakan produk pelapis khusus untuk melindungi bangunan dari cuaca ekstrem serta memperkuat identitas visual.
Suara.com - Masjid Agung As-Salam telah lama menjadi salah satu ikon religi paling penting di Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. Berdiri sejak 1998, masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang komunal, pusat kegiatan sosial, serta simbol kebanggaan warga setempat.
Menjelang bulan suci Ramadan, peran strategis masjid ini kembali disorot melalui program revitalisasi yang bertujuan menghadirkan suasana ibadah yang lebih nyaman dan bersih bagi jamaah. Setiap Ramadan, ribuan orang memadati Masjid Agung As-Salam untuk menunaikan salat tarawih, tadarus, hingga mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang menjadikannya titik temu spiritual masyarakat Lubuk Linggau.
Revitalisasi yang dilakukan mencakup pengecatan ulang area eksterior, peremajaan warna dinding utama, hingga penyelarasan palet warna yang disesuaikan dengan arsitektur khas Timur Tengah yang menjadi ciri visual masjid tersebut. Pembaruan ini diharapkan mampu memperkuat identitas estetika sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah saat beribadah.
Andika Suhardi, Regional Sales Manager Nippon Paint Indonesia, menegaskan bahwa upaya revitalisasi ini tidak sekadar mempercantik bangunan, tetapi juga menghadirkan makna sosial yang lebih luas.
“Bagi kami, warna bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga membawa makna dan harapan. Melalui revitalisasi Masjid Agung As-Salam, kami ingin menghadirkan suasana ibadah yang lebih khusyuk sekaligus memperindah ikon religi kebanggaan Lubuk Linggau. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap ruang ibadah yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi bagi masyarakat,” ujarnya.
Proses revitalisasi juga menjadi simbol kuatnya gotong royong lintas pihak. Pengerjaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Lubuk Linggau serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) yang turut menerjunkan tenaga pengecatan ahli agar hasil sesuai standar teknis dan tahan lama.
Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap fasilitas ibadah yang memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat.
“Masjid Agung As-Salam memiliki peran strategis dalam kehidupan spiritual masyarakat kami. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Nippon Paint Indonesia. Semoga upaya ini meningkatkan kenyamanan jamaah serta menginspirasi pihak lain untuk turut merawat fasilitas publik di daerah ini.”
Senada, Kepala Dinas PUPR Lubuk Linggau, Achmad Asril Asri, menilai sinergi semacam ini penting untuk menjaga kualitas fasilitas publik secara berkelanjutan.
Baca Juga: Riuh Ibadah di Ramadan: Penuh Suara, Tapi Seberapa Dalam Maknanya?
“Kami berkontribusi melalui penyediaan tenaga pengecatan agar proses revitalisasi berjalan optimal. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan fasilitas publik, khususnya tempat ibadah, tetap terawat, aman, dan nyaman bagi masyarakat dalam jangka panjang.”
Dalam proses peremajaan, digunakan sejumlah produk pelapis eksterior dan waterproofing guna memastikan perlindungan bangunan terhadap cuaca tropis ekstrem serta menjaga ketahanan warna dalam jangka panjang. Mulai dari cat dasar eksterior berdaya lekat tinggi, pelindung cuaca ekstrem, hingga pelapisan kubah dan pilar dengan efek dekoratif metalik yang memperkuat kesan megah masjid.
Dengan revitalisasi ini, Masjid Agung As-Salam tidak hanya tampil lebih segar secara visual, tetapi juga semakin menegaskan posisinya sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat Lubuk Linggau. Lebih dari sekadar bangunan, masjid ini tetap menjadi ruang spiritual yang hidup—tempat warga berkumpul, beribadah, dan merawat kebersamaan, khususnya di momen istimewa seperti Ramadan.