- Batas waktu salat Tarawih berakhir saat memasuki waktu Subuh atau Fajar Shadiq.
- Ibadah Tarawih wajib dilaksanakan setelah menunaikan salat fardhu Isya terlebih dahulu.
- Umat Muslim tetap mendapat ampunan dosa meski mengerjakan Tarawih di akhir malam.
Suara.com - Di tengah padatnya aktivitas selama bulan Ramadan 2026, tak jarang sebagian umat Muslim tertinggal salat Tarawih berjamaah di masjid dengan berbagai alasan.
Namun, banyak orang mungkin bingung mengenai batas akhir menjalankan salat tarawih.
Bolehkah mengerjakan salat Tarawih sendirian di tengah malam atau menjelang sahur?
Rentang Waktu Salat Tarawih
Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, waktu pelaksanaan salat Tarawih terbilang cukup panjang.
Batas akhir salat Tarawih adalah terbitnya fajar shadiq atau masuknya waktu Subuh.

Artinya, selama azan Subuh belum berkumandang, salat Tarawih masih sah untuk dikerjakan.
Anda bisa melaksanakannya langsung setelah salat Isya di awal malam, tengah malam, atau bahkan di sepertiga malam terakhir berbarengan dengan waktu sahur.
Dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab, Imam Nawawi menjelaskan bahwa waktu Tarawih dimulai setelah selesai salat Isya, sebagaimana disebutkan oleh Al-Baghawi dan ulama lainnya. Waktunya berlanjut hingga terbit fajar.
Meski waktunya panjang, ada satu aturan main yang tidak boleh dilanggar.
Syarat sah salat Tarawih adalah harus dilakukan setelah menunaikan salat fardhu Isya.
Karena, salat Tarawih atau qiyamul lail di bulan Ramadan statusnya adalah ibadah yang mengikuti salat Isya.
Jika Anda tertidur sebelum Isya dan bangun jam 2 pagi, urutan yang benar adalah kerjakan salat Isya terlebih dahulu, baru kemudian lanjut salat Tarawih.
Keutamaan Salat Tarawih
Walaupun bisa dikerjakan sendirian di akhir malam, sebagian ulama berpendapat lebih utama melaksanakannya secara berjamaah di awal malam untuk menghidupkan syiar Ramadan.