Suara.com - Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, salah satunya adalah tadarus Al-Quran. Biasanya, kegiatan tadarus dilakukan di malam hari setelah ibadah sholat tarawih atau pagi hari usai sholat subuh. Lantas apakah tadarus harus bulan Ramadan?
Tadarus sendiri berasal dari kata “darasa” yang memiliki arti belajar atau membaca secara berulang-ulang. Berdasarkan konteks pada bulan Ramadan, tadarus Al-Quran mempunyai makna membaca, memahami, serta merenungkan ayat demi ayat suci. Tadarus bisa dilakukan secara berjamaah ataupun sendirian.
Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Terdapat beberapa keutamaan tadarus Al-Quran di bulan Ramadan, di antaranya yaitu:
1. Al-Qur’an Diturunkan di Bulan Ramadan
Ramadan mempunyai keistimewaan yang amat bernilai lantaran di bulan inilah Al-Quran pertama kali diturunkan sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Dalam salah satu ayat, Allah SWT berfirman:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
2. Sunnah Rasulullah SAW
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dijelaskan jika Nabi Muhammar SAW selalu bertadarus bersama dengan malaikat jibril di bulan Ramadan. Adapun hadits tersebut berbunyi:
"Dahulu Jibril mendatangi Nabi SAW setiap malam di bulan Ramadhan, lalu Nabi SAW bertadarus Al-Qur’an bersamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits di atas, maka kita semua dapat memahami jika tadarus merupakan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan yang amat besar bagi seluruh umat.
3. Mendapat Pahala Berlipat Ganda
Rutin membaca Al-Quran di bulan Ramadan mempunyau keutamaan yang amat istimewa. Lantaran setiap amalan di bulan suci ini segala amalan akan dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah SAW pun bersabda:
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi).
4. Sebagai Hujjah atau Pembela