- Puasa Arafah tetap boleh dilakukan meski masih memiliki utang puasa Ramadan.
- Namun, qadha puasa Ramadan tetap menjadi kewajiban yang perlu diselesaikan.
- Sebagian ulama juga memperbolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa Arafah.
Suara.com - Bolehkan puasa Arafah tapi masih punya utang puasa Ramadan menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul menjelang Iduladha.
Banyak umat Islam ingin menjalankan puasa Arafah karena memiliki keutamaan besar, tetapi di sisi lain masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadan yang tertinggal.
Dalam Islam, puasa Ramadan yang ditinggalkan memang wajib diganti di luar bulan Ramadan. Sementara puasa Arafah termasuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan.
Oleh karena itu, tak sedikit yang bingung apakah tetap boleh menjalankan puasa Arafah meski utang puasa Ramadan belum selesai.
![Ilustrasi puasa ramadan. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/12/88464-ilustrasi-puasa-ramadan-ist.jpg)
Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan?
Mengutip penjelasan dari NU Online dan sejumlah kajian Kementerian Agama RI, puasa Arafah tetap boleh dilakukan meski masih memiliki utang puasa Ramadan.
Namun, terdapat penjelasan mengenai hukum dan prioritas yang perlu dipahami.
Hukum Puasa Arafah saat Masih Memiliki Utang Ramadan
Mengutip NU Online, mayoritas ulama menjelaskan bahwa orang yang masih memiliki utang puasa Ramadan tetap sah menjalankan puasa Arafah.
Hal ini karena puasa qadha Ramadan dan puasa sunah merupakan dua ibadah yang berbeda.
Puasa sunah tetap diperbolehkan selama masih ada waktu untuk mengganti puasa wajib sebelum datang Ramadan berikutnya.
Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa menyelesaikan utang puasa Ramadan lebih utama dibanding mendahulukan puasa sunah.
Oleh sebab itu, banyak yang memilih mengganti puasa Ramadan terlebih dahulu agar kewajiban utama segera tertunaikan.
Bisa Sekaligus Niat Qadha dan Puasa Arafah?
Dalam sejumlah pendapat ulama, terdapat pandangan yang memperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa Arafah.
Mengutip penjelasan NU Online, sebagian ulama mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa mendapatkan pahala puasa Arafah meski niat utamanya adalah qadha Ramadan.
Namun, ada pula ulama yang menganjurkan agar niat puasa dilakukan secara terpisah supaya lebih keluar dari perbedaan pendapat.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Puasa sunah ini memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam yang tidak berhaji.