5 Tips Sederhana Mengelola THR agar Tidak Sekadar Numpang Lewat

Yasinta Rahmawati

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:01 WIB
5 Tips Sederhana Mengelola THR agar Tidak Sekadar Numpang Lewat
Ilustrasi mulai mengelola uang THR. (Freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • Prioritaskan menyelesaikan kewajiban finansial seperti zakat dan utang konsumtif segera setelah menerima uang THR.
  • Alokasikan dana THR menggunakan rumus sederhana 50-20-20-10.
  • Hindari pemborosan impulsif.

Suara.com - Momen menerima Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi saat yang paling dinantikan oleh para pekerja menjelang Lebaran.

Bagi banyak orang, THR adalah nafas segar untuk memenuhi kebutuhan hari raya, mulai dari membeli baju baru, mudik, hingga memberikan "angpao" kepada sanak saudara.

Namun, realitanya, seringkali dana THR habis begitu saja dalam hitungan hari, bahkan sebelum gema takbir berkumandang.

Fenomena "uang numpang lewat" ini biasanya terjadi karena pengelolaan keuangan yang impulsif dan kurangnya perencanaan.

Agar dana tambahan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang dan tidak membuat kantong kering setelah Lebaran, simak panduan lengkap strategi mengelola THR berikut ini.

1. Dahulukan Kewajiban: Zakat dan Utang

Langkah pertama yang harus dilakukan begitu dana THR masuk ke rekening adalah menyisihkan untuk kewajiban.

Dalam konteks hari raya, zakat fitrah (dan zakat mal jika sudah mencapai nishab) adalah prioritas utama bagi umat Muslim.

Selain zakat, gunakan sebagian THR untuk melunasi atau mencicil utang konsumtif yang berbunga tinggi.

Ingatlah bahwa THR adalah pendapatan ekstra yang sangat efektif untuk mengurangi beban finansial di masa depan.

baca juga

Dengan menyelesaikan kewajiban di awal, Anda akan memiliki gambaran bersih mengenai sisa dana yang benar-benar bisa digunakan untuk keperluan konsumsi.

2. Buat Alokasi Anggaran dengan Rumus Sederhana

Jangan biarkan dana THR bercampur begitu saja dengan gaji bulanan di satu rekening tanpa catatan.

Gunakan metode alokasi anggaran agar pengeluaran lebih terukur. Salah satu rumus yang disarankan oleh banyak perencana keuangan adalah:

  • 50% untuk Kebutuhan Lebaran: Mudik, hidangan khas hari raya, dan perlengkapan ibadah.
  • 20% untuk Sosial: Angpao Lebaran (salam tempel) untuk orang tua, keponakan, dan sedekah.
  • 20% untuk Tabungan/Investasi: Dana cadangan atau modal investasi.
  • 10% untuk Dana Darurat: Antisipasi biaya tak terduga selama perjalanan mudik atau pasca-Lebaran.

3. Batasi Anggaran "Salam Tempel"

Memberi angpao kepada sanak saudara memang sudah menjadi tradisi yang baik di Indonesia.

Namun, seringkali poin inilah yang menjadi kebocoran terbesar dalam dana THR.

Untuk mengantisipasinya, buatlah daftar penerima secara detail. Tentukan nominal yang masuk akal sesuai kemampuan, bukan karena gengsi.

Ingatlah bahwa esensi Lebaran adalah silaturahmi, bukan ajang pamer kemakmuran melalui besarnya nominal angpao yang diberikan.

4. Waspadai Jebakan Self-Reward Berlebihan

Godaan diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan maupun marketplace seringkali mengaburkan logika.

Banyak orang terjebak dalam perilaku doom spending, menghabiskan uang untuk barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dengan dalih "menghargai diri sendiri" setelah bekerja keras setahun penuh.

Sebelum memencet tombol checkout, berikan waktu 24 jam untuk berpikir, "Apakah saya membutuhkan barang ini, atau hanya sekadar ingin?"

Membeli baju baru memang sunnah, namun tidak harus mahal dan tidak harus berlebihan secara kuantitas.

5. Persiapkan Dana untuk "Bulan Panjang" Pasca-Lebaran

Salah satu kesalahan finansial yang paling sering terjadi adalah lupa bahwa setelah Lebaran, masih ada hari-hari biasa yang harus dijalani sebelum gaji bulan berikutnya cair.

Sering kali jarak antara hari raya dan tanggal gajian berikutnya terasa sangat panjang.

Pastikan Anda tidak menghabiskan seluruh THR dan gaji bulanan sekaligus.

Sisihkan dana operasional untuk transportasi bekerja, tagihan listrik, dan biaya makan sehari-hari untuk setidaknya dua hingga tiga minggu setelah libur Lebaran usai.

Mengelola THR bukan berarti tidak boleh bersenang-senang atau menikmati hasil kerja keras. Kuncinya adalah pengendalian diri dan skala prioritas.

Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa merayakan Idul Fitri dengan khidmat dan penuh kegembiraan tanpa harus merasa pusing dengan kondisi keuangan yang kritis saat kembali bekerja.

Selamat mengelola THR dengan bijak!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR

Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:38 WIB

Tren Busana Lebaran 2026 Kini Makin Fleksibel, Modest Luxe Hadirkan Koleksi Terkurasi di Sarinah

Tren Busana Lebaran 2026 Kini Makin Fleksibel, Modest Luxe Hadirkan Koleksi Terkurasi di Sarinah

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:33 WIB

4 Tren Baju Lebaran 2026 yang Bakal Viral, Gamis 'Bini Orang' Paling Diburu

4 Tren Baju Lebaran 2026 yang Bakal Viral, Gamis 'Bini Orang' Paling Diburu

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:06 WIB

Terkini

Harga Emas Melesat 7,5 Persen dalam Sebulan, Saatnya Borong atau Jual?

Harga Emas Melesat 7,5 Persen dalam Sebulan, Saatnya Borong atau Jual?

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:10 WIB

5 Pasang Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim, Bisa Sering Bentrok

5 Pasang Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim, Bisa Sering Bentrok

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Review Serial Tires Season 2: Ketika Kegagalan Bisnis Dihadapi dengan Humor

Review Serial Tires Season 2: Ketika Kegagalan Bisnis Dihadapi dengan Humor

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Nasaruddin Umar Tak Jadi Calon Ketum PBNU, Pilih Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

Nasaruddin Umar Tak Jadi Calon Ketum PBNU, Pilih Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Tersedia Anggaran Rp515 Miliar, Perbaikan Sektor Pertanian di Aceh Pasca-Bencana Diminta Dikebut

Tersedia Anggaran Rp515 Miliar, Perbaikan Sektor Pertanian di Aceh Pasca-Bencana Diminta Dikebut

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio Paling Beruntung 28 Agustus 2026, Kehidupan Terasa Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 28 Agustus 2026, Kehidupan Terasa Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

×