Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?

Ruth Meliana

Selasa, 03 Maret 2026 | 07:37 WIB
Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?
potret Selat Hormuz (Wikimedia Commos/Askeuhd)
baca 10 detik
  • Selat Hormuz, jalur vital 20-30 persen suplai minyak global, menjadi fokus setelah serangan Maret 2026 AS-Israel.
  • IRGC mengumumkan penutupan selat pasca serangan, menyebabkan kenaikan harga minyak 7 persen dan gangguan signifikan.
  • Laporan terkini menunjukkan tidak ada bukti konkret pemasangan ranjau laut oleh Iran di selat tersebut.

Suara.com - Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.

Setiap hari, sekitar 20-30 persen pasokan minyak global melewati selat Hormuz, termasuk ekspor dari negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.

Lebarnya hanya sekitar 33-39 kilometer di titik tersempit, membuatnya rentan terhadap gangguan.

Dalam konteks konflik geopolitik terkini, pertanyaan apakah Iran telah memasang ranjau di selat ini menjadi isu krusial, terutama setelah eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada awal Maret 2026.

Latar belakang ancaman ini bukan hal baru. Iran, melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), telah berulang kali mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap sanksi internasional atau serangan militer.

Pada 1980-an, selama Perang Iran-Irak, kedua belah pihak menggunakan ranjau laut untuk mengganggu lalu lintas kapal, yang menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk insiden di mana fregat AS USS Samuel B. Roberts hampir tenggelam setelah mengenai ranjau Iran.

Ancaman serupa muncul lagi pada Juli 2025, ketika intelijen AS melaporkan bahwa Iran memuat ranjau laut ke kapal-kapal di Teluk Persia, mempersiapkan kemungkinan blokade Selat Hormuz jika agresi berlanjut.

Namun, ranjau tersebut tidak pernah dikerahkan secara nyata.

Pada Maret 2026, situasi memanas setelah serangan bersama AS-Israel yang dijuluki "Operation Epic Fury", yang menargetkan pangkalan militer Iran, termasuk markas angkatan laut di Bandar Abbas.

baca juga

Serangan ini menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakan pada kapal Iran, termasuk kapal basis laut IRINS Makran.

Sebagai balasan, IRGC mengumumkan bahwa Selat Hormuz "ditutup" dan akan menembaki kapal yang mencoba melintas.

Lalu lintas tanker minyak praktis terhenti, dengan banyak perusahaan pelayaran menghindari rute tersebut karena ancaman serangan drone, misil, atau penyitaan kapal.

Setidaknya lima kapal dilaporkan rusak akibat serangan proyektil, dan satu pekerja galangan kapal tewas di Bahrain. Harga minyak dunia melonjak hingga 7 persen, mencapai sekitar $72 per barel.

Meskipun demikian, apakah Iran benar-benar telah memasang ranjau?

Berdasarkan laporan terkini, tidak ada bukti konkret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:01 WIB

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:25 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:40 WIB

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Jeongyeon TWICE Debut Akting di Film New Recruit sebagai Perwira Perawat

Jeongyeon TWICE Debut Akting di Film New Recruit sebagai Perwira Perawat

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Kasus Hafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras Memasuki Babak Baru, 4 Tersangka Segera Disidang

Kasus Hafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras Memasuki Babak Baru, 4 Tersangka Segera Disidang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Pratikno Tinggalkan Menko PMK, Kini Dilantik Jadi Ketua Wantimpres

Pratikno Tinggalkan Menko PMK, Kini Dilantik Jadi Ketua Wantimpres

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:24 WIB

×