Suara.com - Membaca Surat Al-Kahfi di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan, khususnya pada malam dan hari Jumat. Anjuran ini banyak disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad dan dijelaskan pula oleh para ulama.
Dalam artikel yang diterbitkan oleh Nahdlatul Ulama melalui laman resminya, dijelaskan bahwa membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat termasuk amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Hari Jumat sendiri adalah hari istimewa dalam Islam, penuh keberkahan dan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan berdoa.
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi
Berikut lima keutamaan membaca Surat Al-Kahfi sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat.
1. Mendapat Perlindungan dari Fitnah Dajjal
Salah satu keutamaan paling masyhur adalah perlindungan dari fitnah Dajjal. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh para ulama, disebutkan bahwa siapa yang membaca Surat Al-Kahfi akan dijaga dari godaan dan fitnah Dajjal.
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa menghafal sepuluh ayat pertama atau terakhir dari surat ini dapat menjadi benteng perlindungan.
Fitnah Dajjal digambarkan sebagai ujian terbesar di akhir zaman. Ia datang dengan berbagai tipu daya, memperlihatkan hal-hal luar biasa untuk menyesatkan manusia. Kandungan Surat Al-Kahfi sendiri banyak berbicara tentang ujian keimanan, seperti kisah Ashabul Kahfi yang mempertahankan iman di tengah tekanan penguasa zalim.
Nilai keteguhan iman inilah yang menjadi pelajaran penting agar seorang Muslim kuat menghadapi berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal.
2. Mendapatkan Cahaya di Antara Dua Jumat
Keutamaan berikutnya adalah mendapatkan cahaya (nur) yang menerangi antara dua Jumat. Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberi cahaya oleh Allah dari Jumat tersebut hingga Jumat berikutnya.
Cahaya ini tidak selalu dimaknai secara fisik, melainkan cahaya petunjuk, keberkahan, dan ketenangan hati. Seorang yang rutin membaca Surat Al-Kahfi setiap Jumat akan merasakan dampak spiritual berupa kejernihan berpikir, keteguhan dalam mengambil keputusan, serta kemudahan dalam menghadapi persoalan hidup.
Cahaya ini menjadi simbol bimbingan Allah yang terus menyertai hamba-Nya.
3. Diampuni Dosa di Antara Dua Jumat
Dalam penjelasan para ulama, membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil di antara dua Jumat. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya yang istiqamah dalam beribadah.
Setiap manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Dengan membaca Surat Al-Kahfi secara rutin, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala bacaan Al-Qur’an, tetapi juga kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang dilakukan dalam keseharian.
Amalan ini menjadi sarana muhasabah atau introspeksi diri, karena kandungan ayat-ayatnya mengajak pembaca untuk merenungkan kekuasaan Allah dan keterbatasan manusia.
4. Menguatkan Iman Melalui Kisah Penuh Hikmah
Surat Al-Kahfi berisi empat kisah utama: kisah para pemuda penghuni gua, kisah dua pemilik kebun, kisah Nabi Musa dengan Khidir, serta kisah Dzulqarnain. Keempat kisah ini sarat dengan pelajaran tentang ujian iman, harta, ilmu, dan kekuasaan.
Kisah Ashabul Kahfi mengajarkan keteguhan dalam mempertahankan akidah. Kisah dua pemilik kebun menjadi peringatan agar tidak sombong terhadap harta dan kekayaan.
Pertemuan Nabi Musa dengan Khidir mengajarkan kerendahan hati dalam menuntut ilmu, bahwa ilmu Allah jauh lebih luas dari yang diketahui manusia. Sementara kisah Dzulqarnain menunjukkan pentingnya menggunakan kekuasaan untuk menegakkan keadilan dan menolong sesama.
Dengan membaca dan merenungkan kisah-kisah ini setiap Jumat, keimanan seorang Muslim akan terus diperbarui. Ia diingatkan agar tidak terperdaya oleh dunia serta selalu bersandar kepada Allah dalam setiap keadaan.
5. Mengingatkan tentang Hari Akhir dan Kehidupan Abadi
Hari Jumat memiliki kaitan erat dengan peristiwa kiamat. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat. Oleh karena itu, membaca Surat Al-Kahfi pada hari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan kehidupan akhirat.
Banyak ayat dalam Surat Al-Kahfi yang menggambarkan kebangkitan manusia, perhitungan amal, serta balasan bagi orang beriman dan orang yang ingkar.
Ayat-ayat ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Harta, jabatan, dan kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk beribadah kepada Allah.
Kesadaran tentang akhirat inilah yang membentuk pribadi yang lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia terdorong untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan maksiat.
Membaca Surat Al-Kahfi setiap malam atau hari Jumat bukan sekadar rutinitas, melainkan latihan spiritual untuk menjaga hati tetap hidup dan terarah kepada ridha Allah.
Dengan memahami berbagai keutamaan ini, membaca Surat Al-Kahfi pada malam dan hari Jumat menjadi amalan yang tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat iman, serta menghadirkan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni