Suara.com - Malam takbiran selalu punya suasana yang berbeda. Di satu sisi, ada rasa haru karena bulan Ramadan segera berakhir. Di sisi lain, ada kebahagiaan menyambut Hari Raya Idulfitri yang dinanti-nanti. Namun malam takbiran bukan sekadar perayaan.
Ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk mengisi malam istimewa ini agar lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Daripada hanya larut dalam euforia, kamu bisa memanfaatkannya untuk memperkuat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yuk simak amalan sunnah yang bisa kamu lakukan di malam takbiran.
Amalan Sunnah di Malam Takbiran
![Ilustrasi muslim berdoa [pexels.com]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/efLNbY6R1eYzIe7jHAO47KBuRn6oDfqR.png)
1. Salat Berjamaah Isya dan Subuh
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di malam takbiran adalah melaksanakan salat Isya dan Subuh secara berjamaah. Meski terlihat sederhana, amalan ini memiliki keutamaan besar karena termasuk bagian dari "menghidupkan malam hari raya" dengan ibadah.
Dalam sejumlah penjelasan ulama, menghidupkan malam Id tidak harus dengan ibadah sepanjang malam. Cukup dengan menjaga salat berjamaah, terutama Isya dan Subuh, sudah termasuk dalam kategori amalan yang dianjurkan. Hal ini menjadi cara praktis namun bernilai tinggi untuk meraih keberkahan di malam yang penuh makna.
2. Tadarus Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an atau tadarus juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan di malam takbiran. Setelah sebulan penuh berinteraksi dengan Al-Qur’an selama Ramadan, momen ini bisa menjadi penutup yang indah sebelum memasuki hari raya.
Selain menenangkan hati, tadarus di malam takbiran juga membantu menjaga konsistensi ibadah. Kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan sebaiknya tidak langsung berhenti begitu saja melainkan dilanjutkan meskipun dengan porsi yang lebih ringan.
3. Memperbanyak Zikir
Zikir menjadi amalan sederhana yang bisa dilakukan kapan saja termasuk di malam takbiran. Dengan memperbanyak zikir, hati akan terasa lebih tenang dan fokus pada makna kemenangan yang sesungguhnya, bukan sekadar perayaan.
Lafal zikir yang dibaca biasanya berisi pujian kepada Allah SWT, pengakuan atas keesaan-Nya, serta ungkapan syukur atas segala nikmat yang diberikan. Zikir juga menjadi cara untuk menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan.
Bacaan zikir: Allhu akbar kabr, walhamdu lillhi katsr, wa subhnallhi bukratan wa ashl, l ilha illallhu wa l na‘budu ill iyyhu mukhlishna lahud dna wa law karihal kfirn, l ilha illallhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzba wahdah, l ilha illallhu wallhu akbar.
Artinya: "Allah Maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar."
4. Mengumandangkan Takbir
Takbir adalah ciri khas utama malam takbiran. Sejak selepas Maghrib hingga menjelang salat Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Selain sebagai bentuk ibadah, takbir juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui lantunan takbir, umat Muslim diingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal menahan lapar dan haus tetapi juga keberhasilan mengendalikan diri dan meningkatkan keimanan.
Berikut lafal takbiran yang singkat dan lebih umum: Allahu akbar (3x), laa ilaaha illallaahu wallahu akbar, allahu akbar wa lillahil-hamdu.
5. Mandi Sunah Idulfitri
Mandi sunah Idulfitri menjadi salah satu amalan yang sering dilakukan menjelang hari raya. Amalan ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir sebelum melaksanakan salat Id dan merayakan hari kemenangan.
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak tengah malam hingga sebelum salat Idulfitri. Meski terlihat seperti rutinitas biasa, mandi sunah ini memiliki nilai ibadah dan menjadi bagian dari persiapan menyambut hari besar dengan kondisi terbaik.
Ini lafal niat mandi sunah Idulfitri: Nawaitu ghusla 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mandi Idul fitri, sunnah karena Allah ta'ala."
6. Menunaikan Zakat Fitrah
Malam takbiran juga menjadi waktu yang tepat untuk menunaikan zakat fitrah khususnya bagi yang belum sempat membayarnya sebelumnya. Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri.
Hikmah dari pembayaran zakat sebelum salat Id adalah agar mereka yang membutuhkan bisa merasakan kebahagiaan yang sama di hari raya. Kewajiban membayar zakat fitrah ini ditegaskan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 43, yang artinya: "Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk."
7. Memperbanyak Doa
Terakhir, jangan lewatkan kesempatan untuk memperbanyak doa di malam takbiran. Momen ini sangat tepat untuk memohon agar seluruh ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Selain itu kamu juga bisa berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya. Berikut bacaan doa akhir Ramadan: Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Kau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikan sebaliknya (sebagai puasa terakhir), jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhi."
Kontributor : Trias Rohmadoni