- Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkadah dilaksanakan pagi hari pertama Syawal.
- Waktu utama salat Idulfitri adalah setelah matahari terbit hingga mendekati waktu zawal.
- Tata cara salat dua rakaat ini memiliki ciri khas takbir tambahan, dilanjutkan dengan dua khutbah oleh imam.
Suara.com - Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Salat ini dilaksanakan pada hari pertama Syawal sebagai bentuk syukur atas berhasilnya menjalankan puasa Ramadhan.
Rasulullah SAW selalu melaksanakannya dan menganjurkan umatnya untuk ikut serta, bahkan beliau keluar ke tanah lapang untuk menunaikannya bersama para sahabat.
Salat Idulfitri bukan hanya ritual, melainkan juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, karena dilaksanakan secara berjamaah dengan takbir yang menggema.
Hukumnya sunnah muakkad menurut mayoritas ulama, sehingga pahalanya besar jika dikerjakan dan dosa jika ditinggalkan tanpa uzur.
Waktu pelaksanaan salat Idulfitri dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal (sekitar pukul 07.00–11.00 pagi, disesuaikan dengan lokasi). Waktu paling utama adalah sekitar 15–20 menit setelah terbit matahari.
Jika seseorang tertinggal, masih boleh melaksanakan hingga zawal, tetapi tidak lagi disebut salat Id jika sudah lewat.
Di Indonesia, biasanya salat Idulfitri dimulai pukul 07.00–08.00 WIB tergantung daerah.
Tempat yang paling afdhal adalah lapangan terbuka atau mushalla. Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan salat Id di masjid kecuali karena hujan.
Namun, di zaman sekarang, karena keterbatasan lahan, banyak yang melaksanakannya di masjid besar. Yang penting, tempatnya luas agar bisa menampung jamaah banyak.
Sebelum berangkat salat, ada beberapa sunnah persiapan yang sangat dianjurkan.
Pertama, mandi besar (ghusl) seperti mandi Jumat.
Kedua, memakai pakaian terbaik, bersih, dan rapi. Laki-laki dianjurkan memakai parfum, sedangkan perempuan tetap menutup aurat dengan sempurna.
Ketiga, bagi laki-laki dan perempuan yang mampu, makan beberapa butir kurma sebelum berangkat (tiga, lima, atau tujuh butir) sesuai sunnah.
Keempat, bertakbir sepanjang perjalanan ke tempat salat.
Takbir Idulfitri dibaca: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.” Takbir ini terus dikumandangkan hingga imam memulai khutbah.