- Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkad dua rakaat dilaksanakan pagi hari 1 Syawal setelah berakhirnya puasa Ramadan.
- Pelaksanaan salat wajib diawali dengan niat, dilanjutkan takbir khusus tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.
- Setelah salat selesai, imam wajib menyampaikan dua khotbah, dan pelaksanaannya diutamakan berjamaah di lapangan terbuka.
Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti shalat biasa.
Rakaat Kedua
Bangkit untuk rakaat kedua, baca takbiratul intiqal (“Allahu Akbar”).
Kemudian takbir tambahan sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan.
Lanjutkan dengan Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar).
Ruku’, sujud, tasyahud akhir, dan salam.
4. Khutbah Idulfitri
Setelah shalat selesai, imam menyampaikan dua khotbah dengan jeda duduk di antaranya.
Khutbah ini wajib diikuti jamaah meski tidak menjadi syarat sah shalat.
Sunnah-Sunnah Pendukung
Mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, dan memakai wewangian sebelum berangkat.
Berjalan kaki ke tempat shalat (jika memungkinkan) dan pulang lewat jalan berbeda.
Takbir bersama-sama di jalan menuju lapangan: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah…”
Setelah shalat, disunnahkan bertakbir hingga matahari tergelincir (Zuhur).
Di Indonesia, takbir ini sering dikumandangkan secara meriah dengan lantunan lagu-lagu Idulfitri.
Mengapa Hanya Dua Rakaat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri selalu mengerjakan shalat Idulfitri dan Iduladha hanya dua rakaat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
Beliau bersabda, “Shalat hari raya adalah dua rakaat” (HR. Ahmad). Penambahan takbir justru menjadi pengganti qiyamul lail yang panjang pada bulan Ramadan, sehingga tetap ringan namun penuh keagungan.
Bagi yang tertinggal jamaah, boleh mengqadha shalat Idulfitri di rumah dengan cara yang sama (dua rakaat + takbir).
Salat Idulfirti bukan hanya ibadah, melainkan momen silaturahmi, maaf-maafan, dan ungkapan syukur atas nikmat Ramadhan.
Dengan memahami bahwa Salat Idulfitri hanya dua rakaat plus panduan takbir yang sederhana, setiap Muslim dapat melaksanakannya dengan khusyuk dan benar. Jangan lupa, keutamaan terbesar bukan pada jumlah rakaat, melainkan pada keikhlasan dan kebersamaan umat.