- Mantan sprinter nasional Wahyu Setiawan resmi meninggalkan atletik profesional demi memprioritaskan keluarganya.
- Ia memilih berhenti karena pernah melewatkan kelahiran anak pertamanya saat menjalani pemusatan latihan di Jamaika tahun 2022.
- Sejak April lalu, ia kembali aktif menekuni hobi lari jarak jauh di lintasan aspal.
Suara.com - Mantan sprinter Indonesia yang pernah tampil di Asian Games 2022 Hangzhou, Wahyu Setiawan, telah gantung sepatu dari dunia atletik profesional. Kini, ia kembali berlari dengan menekuni berbagai nomor lari di lintasan aspal.
Keputusan meninggalkan olahraga kompetitif dilatarbelakangi alasan personal. Wahyu memilih memprioritaskan keluarga setelah bertahun-tahun fokus membela Merah Putih.
Pengorbanan Wahyu Setiawan Demi Keluarga
![Eks sprinter Asian Games Wahyu Setiawan gantung sepatu demi keluarga. Kini ia comeback sebagai pelari maraton dan membagikan makna konsistensi. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/02/47309-eks-sprinter-asian-games-wahyu-setiawan.jpg)
Titik balik perjalanan karier Wahyu bermula ketika ia harus melewatkan momen kelahiran anak pertamanya.
Saat itu, ia sedang menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) selama tiga bulan di Jamaika pada 2022.
"Ceritanya anak pertama saya, saya nggak bisa melihat (kelahiran), saya harus TC di Jamaika tiga bulan," kenang Wahyu dalam acara HOKA Clifton PRO “Lari Lagi, Lari Terus” Community Run di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Pengalaman tersebut membuat Wahyu menyadari bahwa prioritas hidupnya mulai bergeser. Ia ingin memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga dan menyaksikan momen penting dalam tumbuh kembang anak-anaknya.
Wahyu kemudian memutuskan berhenti dari dunia atletik kompetitif demi bisa menyaksikan kelahiran anak keduanya.
"Dan anak kedua ini saya mutusin berhenti, saya pengen lihat dia," ungkap Wahyu di hadapan ratusan pelari dari berbagai komunitas.
Kembali Berlari
Meski meninggalkan sepatu paku (spikes) sebagai atlet nasional, kecintaan Wahyu terhadap olahraga lari tidak pernah benar-benar hilang.
Sejak April lalu, ia memutuskan comeback. Namun, kali ini Wahyu tidak kembali ke lintasan tartan sebagai sprinter, melainkan menekuni lari jarak jauh di lintasan aspal.
Wahyu kini menjadikan maraton sebagai hobi untuk menjaga kebugaran sekaligus menikmati olahraga lari dengan cara yang lebih fleksibel.
Sebagai pelari kasual, ia juga bisa menikmati sisi lain dari olahraga yang telah membesarkan namanya.
Dalam sesi berbagi pengalaman tersebut, Wahyu turut memotivasi komunitas pelari di Jakarta mengenai pentingnya menjaga konsistensi.
"Setiap pelari pasti pernah mengalami perubahan dalam rutinitas latihannya," kata Wahyu.
"Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa konsistensi lahir dari kemauan untuk terus kembali, sekalipun ritmenya berubah," tegasnya.
Wahyu Setiawan sebelumnya dikenal sebagai sprinter nasional yang berkompetisi di nomor 100 meter putra dan estafet 4x100 meter.