Suara.com - Mudik Lebaran selalu jadi momen yang dinanti bagi umat Muslim. Namun di balik perjalanan panjang menuju kampung halaman, ada satu masalah klasik yang sering mengganggu kenyamanan, yakni mabuk perjalanan. Rasa mual, pusing, hingga muntah bisa muncul tiba-tiba dan membuat perjalanan terasa jauh lebih melelahkan.
Kabar baiknya, kamu tidak selalu harus bergantung pada obat anti-mabuk yang menyebabkan kantuk. Ada banyak cara alami yang bisa dilakukan agar tetap segar selama perjalanan tanpa kehilangan fokus.
Yuk simak panduan lengkap yang bisa kamu terapkan agar mudik tetap nyaman dan menyenangkan.
Penyebab dan Tips Atasi Mabuk Perjalanan
![Ilustrasi foto mabuk perjalanan [freepik]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/LUukVNqlp5HeV3bnJPpG6lXxoshtoFFC.png)
Mengenal Penyebab Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan terjadi karena otak menerima sinyal yang tidak sinkron dari mata, telinga bagian dalam, serta otot tubuh. Ketidaksesuaian ini membuat tubuh "bingung" dan akhirnya memicu gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga lemas.
Meski terdengar sepele, kondisi ini cukup mengganggu, terutama saat perjalanan jauh. Karena itu, penting untuk memahami cara mengatasinya tanpa harus mengandalkan obat yang membuat mengantuk.
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Tanpa Obat
1. Konsumsi Bahan Alami yang Aman
Pendekatan alami bisa jadi solusi pertama yang efektif:
- Jahe: Jahe dikenal ampuh meredakan mual. Kamu bisa mengonsumsinya dalam bentuk minuman hangat, permen jahe, atau suplemen herbal sebelum dan selama perjalanan.
- Permen mint atau aroma segar: Sensasi dingin dari mint membantu menenangkan perut sekaligus mengurangi rasa pusing.
- Camilan ringan: Perut kosong justru memperparah mual. Pilih makanan ringan seperti pisang, roti gandum, atau biskuit. Hindari makan berlebihan.
- Minyak peppermint: Menghirup aromanya bisa membantu meredakan mual, tetapi gunakan secukupnya agar tidak memicu efek sebaliknya.
2. Jaga Asupan Cairan Tubuh
Dehidrasi bisa memperparah gejala mabuk perjalanan. Pastikan kamu cukup minum saat sahur atau berbuka sebelum melakukan perjalanan panjang.
Air putih tetap jadi pilihan terbaik. Alternatif lain seperti jus atau susu juga aman. Sebaliknya, batasi konsumsi kopi dan minuman bersoda karena bisa memicu dehidrasi dan memperburuk kondisi.
3. Atur Posisi Duduk dengan Tepat
Posisi duduk sangat berpengaruh terhadap kenyamanan:
- Pilih kursi dengan guncangan minimal (kursi depan mobil atau area tengah kapal)
- Duduk menghadap ke depan, searah laju kendaraan
- Jika memungkinkan, ambil peran sebagai pengemudi karena membantu sinkronisasi sensor tubuh
4. Fokuskan Pandangan
Saat perjalanan, arahkan pandangan ke objek yang jauh dan stabil seperti horizon. Hindari melihat benda bergerak cepat di luar jendela, membaca buku, atau bermain ponsel terlalu lama. Aktivitas tersebut memperparah ketidaksesuaian sinyal antara mata dan tubuh.
5. Ciptakan Sirkulasi Udara yang Baik
Udara segar sangat membantu meredakan mual:
- Buka jendela sesekali jika memungkinkan
- Arahkan AC ke wajah
- Gunakan aromaterapi seperti lavender atau jeruk untuk efek relaksasi
6. Gunakan Teknik Akupresur
Metode tradisional ini cukup populer untuk meredakan mual. Tekan bagian dalam pergelangan tangan (sekitar tiga jari dari lipatan) selama beberapa detik. Teknik ini dipercaya membantu menenangkan sistem pencernaan.
7. Hindari Pemicu Mabuk
Beberapa hal yang perlu dihindari sebelum dan selama perjalanan:
- Makanan pedas, berminyak, dan asam
- Aroma yang terlalu tajam, seperti parfum dan pengharum mobil berlebihan atau asap rokok
- Perut kosong atau terlalu kenyang
8. Alihkan Perhatian
Daripada bermain ponsel, cobalah aktivitas yang lebih ringan seperti:
- Mendengarkan musik
- Mengobrol santai
- Tidur sejenak
Cara ini membantu otak lebih rileks dan mengurangi fokus pada rasa mual.
9. Persiapan Sebelum Berangkat
Kondisi tubuh sangat menentukan:
- Tidur cukup sebelum perjalanan
- Pastikan tubuh dalam kondisi fit
- Gunakan bantal leher agar posisi kepala lebih stabil
Cara Mencegah Mabuk Perjalanan Sejak Awal
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana ini bisa membantu:
- Pilih posisi duduk paling stabil
- Konsumsi makanan ringan sebelum berangkat
- Hindari bau tidak sedap
- Minum air yang cukup
- Gunakan bantal leher untuk menjaga keseimbangan tubuh
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar kasus mabuk perjalanan tidak berbahaya. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika:
- Gejala sangat parah dan tidak membaik
- Muntah terus-menerus hingga berisiko dehidrasi
- Disertai demam, sakit kepala berat, atau gangguan penglihatan.
Kontributor : Trias Rohmadoni