5. Lebaran Ketupat Jawa

Berbeda dari perayaan Idulfitri pada umumnya, masyarakat Jawa mengenal tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sekitar satu minggu setelah hari raya. Tradisi ini erat kaitannya dengan puasa Syawal selama enam hari yang dianjurkan setelah Idulfitri.
Pada hari Lebaran Ketupat, masyarakat berkumpul bersama keluarga dan tetangga untuk menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, dan sambal goreng. Suasana silaturahmi kembali terasa hangat, seolah memperpanjang euforia hari raya.
Ketupat sendiri memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jawa. Anyaman daun kelapa melambangkan kesalahan manusia yang rumit, sementara isi beras putih mencerminkan kesucian setelah saling memaafkan. Tradisi ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga refleksi nilai spiritual dan sosial yang kuat.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni