Pemilik telur yang tetap utuh keluar sebagai pemenang. Permainan ini menciptakan suasana kompetisi yang penuh tawa dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga di sana.
Mesir - Ranat El-Fanoos

Suasana Lebaran di Mesir sangat identik dengan kemeriahan Fanoos, yaitu lampion warna-warni yang menerangi jalanan kota.
Anak-anak biasanya akan memakai baju baru dan berkumpul di jalanan untuk menyanyi dan menari.
Hidangan wajib yang harus ada di meja makan adalah Kahk, yaitu kue kering yang diisi dengan kacang dan ditaburi gula halus.
Resep kue ini konon sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Tradisi makan bersama keluarga besar menjadi momen yang sangat sakral.
Hidangan laut seperti ikan asin (fesikh) juga sering disajikan sebagai bagian dari jamuan khas setelah sebulan berpuasa.
India dan Pakistan - Chaand Raat
Malam sebelum Idulfitri yang disebut Chaand Raat atau Malam Bulan adalah waktu yang paling meriah di India dan Pakistan.
Begitu bulan sabit terlihat, pasar dan pusat perbelanjaan akan mendadak sangat padat.
Para perempuan berbondong-bondong menghiasi tangan mereka dengan Henna atau Mehendi dengan motif yang sangat rumit dan indah.
Selain itu, mereka membeli gelang kaca berwarna-warni yang menjadi aksesori wajib saat Lebaran.
Suasana malam tersebut sangat hidup dengan lampu-lampu hias, musik, dan aroma masakan khas seperti Sheer Khurma (puding susu dan kurma) yang mulai disiapkan di dapur setiap rumah.
Indonesia - Mudik dan Halal Bihalal

Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang besar dan penuh makna sosial, yaitu mudik.
Jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar.
Selain itu, terdapat tradisi pawai obor takbiran dan Halal Bihalal, sebuah ajang silaturahmi untuk saling memaafkan yang sering diadakan secara formal maupun informal.
Tak ketinggalan, hidangan ketupat dan opor ayam menjadi simbol ikonik yang wajib hadir.