Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Foto Suara/AI
baca 10 detik
  • Subsidi Pertalite dinilai tak tepat sasaran, 20% warga kaya nikmati 50% subsidi.
  • Bank Dunia dorong reformasi BBM dan alihkan dana ke bansos serta investasi.
  • Pertalite belum dihapus, tetapi sinyal transisi menuju BBM lebih berkualitas menguat.

Suara.com - Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Pemerintah disebut tengah mengkaji skema baru dengan mengalihkan subsidi dari BBM RON 90 (Pertalite) ke BBM yang memiliki kualitas lebih baik seperti Pertamax.

"Kemarin sempat ada usulan tersebut (penghapusan Pertalite), harga minyak tinggi dan beban subsidi semakin tinggi. Tapi sekarang masih belum ada keputusan apa-apa, masih melihat situasi," kata sumber Suara.com yang mengetahui masalah itu.

Mengapa ini penting?

Pertalite selama ini menjadi BBM favorit masyarakat karena harganya jauh lebih murah dibanding BBM nonsubsidi. Namun, sejumlah lembaga internasional hingga ekonom menilai skema subsidi yang berlaku saat ini tidak tepat sasaran dan membebani keuangan negara.

Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects Juni 2026 menyebut lonjakan harga minyak global telah membuka kelemahan mendasar sistem subsidi BBM Indonesia.

Apa masalahnya?

Menurut Bank Dunia, subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat mampu.

Angkanya mencolok:

Sebanyak 20% rumah tangga terkaya menikmati sekitar 50% total subsidi BBM.
Belanja subsidi energi mencapai 1,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kenaikan harga minyak dunia membuat beban APBN semakin berat.

baca juga

Dengan kata lain, negara mengeluarkan dana besar untuk subsidi, tetapi manfaatnya tidak sepenuhnya dinikmati kelompok yang paling membutuhkan.

Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Foto Suara/AI
Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Foto Suara/AI

Apa solusi yang diusulkan?

Bank Dunia menawarkan tiga langkah reformasi.

Pertama, menaikkan harga BBM subsidi secara bertahap agar mendekati harga pasar.

Kedua, memberikan bantuan tunai langsung kepada 40% rumah tangga termiskin untuk mengompensasi dampak kenaikan harga BBM.

Ketiga, menggunakan penghematan subsidi untuk memperkuat program perlindungan sosial, investasi publik, dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut simulasi Bank Dunia, reformasi tersebut berpotensi menghasilkan penghematan fiskal sebesar 1,3% dari PDB dalam dua tahun dan meningkat menjadi 2,1% dari PDB ketika kebijakan diterapkan penuh.

Apakah Pertalite akan langsung dihapus?

Belum.

Pemerintah hingga saat ini masih mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

PT Pertamina Patra Niaga juga menegaskan stok Pertalite dalam kondisi aman dan distribusi ke SPBU berjalan normal di seluruh Indonesia.

Perusahaan bahkan menyatakan telah menyiapkan skema penguatan distribusi apabila terjadi lonjakan permintaan akibat masyarakat beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Lalu kenapa isu penghapusan terus muncul?

Ada beberapa sinyal yang memicu spekulasi di masyarakat.

Pertama, kuota Pertalite terus dikendalikan pemerintah untuk menjaga beban subsidi.

Kedua, semakin banyak SPBU Pertamina Signature yang hanya menjual BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Ketiga, pemerintah dan sejumlah lembaga internasional semakin aktif mendorong penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi demi efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi bahwa Pertalite perlahan sedang diarahkan menuju fase transisi.

Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Foto Suara/AI
Wacana penghapusan Pertalite kembali mengemuka di tengah lonjakan harga minyak dunia dan membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN. Foto Suara/AI

Bagaimana posisi Pertamax?

Meski harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada Juni 2026, pemerintah menilai harga tersebut masih lebih murah dibanding BBM sejenis di negara-negara Asia Tenggara.

Data pemerintah menunjukkan harga BBM RON 92-95 di Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, hingga Singapura berada jauh di atas harga Pertamax di Indonesia.

Pemerintah juga menegaskan kenaikan harga Pertamax mengikuti lonjakan harga minyak dunia yang terjadi sejak Maret 2026.

Bottom line

Penghapusan Pertalite belum menjadi kebijakan resmi pemerintah. Namun, tekanan fiskal akibat subsidi energi, rekomendasi reformasi dari Bank Dunia, serta dorongan penggunaan BBM yang lebih berkualitas membuat masa depan Pertalite semakin menjadi bahan diskusi.

Pertanyaan besarnya bukan lagi apakah subsidi BBM akan direformasi, melainkan bagaimana pemerintah memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap terlindungi ketika perubahan itu akhirnya dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×